Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KOMODIFIKASI PEMBERITAAN; ANALISIS FRAMING ENTMAN PADA PEMBERITAAN PARIWISATA HALAL DI HARIAN REPUBLIKA Ayu Dwinary D.P; Fajar Aditiya Nugraha
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v6i1.12213

Abstract

Halal tourism sector is one of prime sector for increment of national foreign exchange. The labelling of halal tourism raises argument cause by commodification of religion value that transformed into exchange value. Republika is known as a media that emphasizes Islamic issues that play a role in shaping the reality of society through the process of commodification of the news. The form of commodification that found is 124 news related on halal tourism. Commodification of the audience is carried out by prioritizing NTB and other Regions as the main destinations. The framing analysis results based on the Entman model show that Republika prioritizes sources with an interest in halal tourism as the resource person, and shows Republika's support for the theme
Transisi Strategi Komunikasi Krisis DPR RI di Media Sosial: Analisis Pergeseran dari Diminishment ke Rebuilding Berdasarkan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) Hairun Nisa; Raisa Hashina Rosalini; Fajar Aditiya Nugraha; Euis Sri Nurhayati; Lisy Tantowi
Jurnal Riset Komunikasi Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jrk.v17i1.36668

Abstract

Studi ini menganalisis manajemen komunikasi krisis Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam menghadapi aksi demonstrasi penghapusan tunjangan rumah dengan fokus pada praktik komunikasi di media sosial. Penelitian ini menggunakan kerangka Situational Crisis Communication Theory (SCCT) yang dikembangkan oleh Coombs sebagai alat analisis utama. Data dikumpulkan dari unggahan akun resmi pada akun Instagram DPR serta tanggapan publik dalam rentang waktu sejak isu mencuat dan memicu demonstrasi hingga puncak aksi penolakan (25 Agustus hingga 7 September 2025).  Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi komunikasi DPR menunjukkan pergeseran (transisi) dari strategi defensif yang berisiko, menuju strategi yang proaktif dan akuntabel. Pada fase awal krisis, postingan DPR cenderung menggunakan respons Diminishment untuk merasionalisasi tunjangan tersebut dengan klaim kebutuhan biaya sewa rumah yang mahal atau menyatakan kondisi rumah dinas yang tidak lagi difungsikan. Upaya ini dinilai tidak efektif dan berisiko memperburuk keadaan (turning point for worse) karena publik menetapkan atribusi tanggung jawab yang tinggi. DPR kemudian beralih ke strategi Rebuilding (5 September 2025) melalui pengumuman pembatalan/penghentian tunjangan perumahan anggota dewan secara resmi, yang merupakan tindakan korektif dan penyesuaian (Corrective Action) paling kuat untuk menunjukkan akuntabilitas. Transisi strategi yang didorong oleh eskalasi di media sosial ini menggarisbawahi pentingnya keputusan yang cepat dan tepat dalam mengelola krisis legitimasi di era digital.
Mainstreaming Agama, Kesehatan dan Masyarakat melalui Tabligh Akbar “ Sehat Mudah Murah Sesuai Syariah“ di Jami Al-Huda Tebet Timur Fajar Aditiya Nugraha; Muhamad Ridho Pratama; Akhmad Kanzulfikar; Razan Qaedi; Hayiz Historia Adhi Pratama; Lisy Tantowi
Pemberdayaan Masyarakat : Jurnal Aksi Sosial Vol. 3 No. 2 (2026): Juni: Pemberdayaan Masyarakat : Jurnal Aksi Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksisosial.v3i2.3281

Abstract

On these days, religious is predicted to be overcasted due to the presence of modernity in life. However, the point of view has been sluggishly dissipated with a new concept that organizes the religious and modernity in harmony. Health aspect is one of the main entity. Muhammadiyah truly pays attention to the health aspect. Until year 2023, Muhammadiyah has 373 hospitals and clinics. Thus, the event ‘Tabligh Akbar‘ titled “Sehat Mudah Murah Sesuai Syariat“ held on May 6th 2025 is the real action from Muhammadiyah to society. ‘Tabligh Akbar‘ is conducted by Branch Board of Muhammadiyah Tebet Timur and Branch Board of Aisyiyah Tebet Timur with the main speaker dr. Zaidul Akbar. The event is considered successful because there were 500 people attended from public society and  regular congregation. The key factors that makes the event successful are the Muhammadiyah itself, the main speaker, and the promotion media that was well-widely distributed. From the aspect of dissemination information, the attendants got the information from social media. Besides, there were many anttendants gor the information from the banner that is planted on surrounded event location. The other success parameter of the event is known by the enthusiasm from the attendants who were really active on question answer session with dr. Zaidul Akbar and the attendants confession who tried the recipes from dr. Zaidul Akbar on the spot.
Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis: Discourse of Married Life in the Film Pasutri Gaje Hayiz Historia Adhi Pratama; Achmad Kanzulfikar; Fajar Aditiya Nugraha
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 13 No 4 (2025): Jurnal Spektrum Komunikasi : December 2025
Publisher : LPPM Stikosa - AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/spektrum.v13i4.1087

Abstract

Marriage-themed films are a genre that not only depict harmonious and romantic married life but also reflect power relations and socio-cultural dynamics within a society. This study uses a qualitative approach with Norman Fairclough's critical discourse analysis method. The results show that the film Pasutri Gaje perpetuates and disrupts existing discourses regarding marriage in Indonesia. The discourses it attempts to perpetuate are the underprivileged status of civil servants and the social pressures that arise from the surrounding environment to have children. Both of these discourses are currently close to the reality of Indonesian society. Meanwhile, the discourse being disrupted in this film concerns fertility issues, which can also be caused by the desire to have children, including men who are portrayed as masculine. This is because fertility issues in Indonesia are more detrimental to women. The contribution of this study is that financial issues are the root of problems in married life. Therefore, this research is expected to provide insight for the government in reforming the welfare system for civil servants.
PEMULIHAN CITRA ANAK PENJARA: ANALISIS SEMIOTIKA KOMIK ANAK LAPAS (KOLAPS) TANGERANG DAN PALEMBANG Fajar Aditiya Nugraha; Lissy Tantowi; Hairun Nisa
Perspektif Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Perspektif Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pk.9.2.191-204

Abstract

Fenomena pelanggaran hukum oleh anak (remaja) menjadi kasus yang mendapat perhatian besar dari berbagai kalangan. Pada prosesnya, anak-anak dengan dakwaan menjalani penahanan dalam lembaga pemasyarakatan yang bukan hanya menunaikan sanksi, tapi juga pusat pendidikan dan pembinaan (UU No. UU No. 12/1995, Pasal 14). Maka proses pembelajar menjadi wajib dilakukan dalam lapas anak. Salah satu model pembelajaran yang dilakukan adalah dengan pembuatan komik. Lapas Anak Tangerang dan Palembang adalah contohnya. Komik berfungsi sebagai sarana informasi dan estetika bagi pembaca. Adapun bagi anak binaan lapas selain menjadi sarana kreasi, menggambar komik dapat dianggap sebagai langkah pemulihan citra. Dengan demikian maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna pemulihan citra diri yang dilakukan anak-anak lapas. Pemulihan citra salah satu kajian komunikasi krisis dan merupakan upaya pemulihan citra melalui strategi komunikasi tertentu. Benoit mengklafikasikan hal tersebut dalam lima langkah, yaitu (1) denial, (2) evading of responsibility (3) reducing offensiveness, (4) corrective action, dan (5) mortification. Adapun analisa yang dapat digunakan untuk menganalisanya adalah menggunakan analisis semiotika untuk mendeskripsikan makna yang terkandung pada komik yang dihasilkan oleh anak-anak lapas. Berdasarkan analisis yang diterapkan pada komik tersebut menunjukkan bahwa mayoritas komik menggambarkan bentuk pemulihan citra dengan sisi corrective action dan mortification. Dengan demikian, dapat disimpulkan hasil dari komik yang dibuat oleh anak-anak lapas Tangerang dan Palembang menggambarkan harapan perbaikan diri mereka di masa depan serta rasa bersalah mereka terhadap tindakan yang mereka lakukan sebelumnya.