Achmad Kanzulfikar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI KAMPANYE HUMAS PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG DALAM GERAKAN HARI JUM’AT MINUM KOPI SEBAGAI BRANDING PRODUK KOPI LOKAL Achmad Kanzulfikar; Kanzulfikar, Achmad
JURNAL TAPIS Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v18i2.13559

Abstract

Kopi merupakan minuman khas yang digemari banyak orang, Lampung menjadi salah satu provinsi dengan jumlah produksi kopi terbesar di Indonesia. Namun demikian, seiring berjalannya waktu minat masyarakat terhadap konsumsi kopi robusta Lampung menurun dibarengi dengan hasil produksi kopi robusta Lampung yang juga menurun. Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui strategi kampanye humas Pemeritah Provinsi Lampung dalam Gerakan Hari Jum’at Minum Kopi Sebagai Branding Produk Kopi Lokal Lampung. Adapun penelitian dalam artikel ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Pemerintah Provinsi Lampung mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 045.2/2708.4/V.20/2019 pada tanggal 23 Oktober Tahun 2019 Tentang hari Jum’at sebagai Hari Minum Kopi yang bertujuan meningkatkan minat masyarakat terhadap konsumsi kopi robusta Lampung, meningkatkan hasil produksi kopi robusta Lampung dengan melakukan strategi kampanye melalui humas Pemprov Lampung. Kebijakan Pemerintah pusat dalam mendukung petani dalam menyediakan luas lahan agar dapat produktif yakni tahun 2020, Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Sosial (ATR/BPN) menyampaikan hasil verifikasi data luas lahan pertanian di Indonesia seluas 7.463.948 hektar berdasarkan Keputusan Menteri ATR/BPN No. 686/SK-PG.03.03/XII/2019 tentang Penetapan Luas Lahan Baku Sawah Nasional yang dikeluarkan pada tanggal 17 Desember 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kampanye humas Pemerintah Provinsi Lampung dalam Gerakan Hari Jum’at Minum Kopi Sebagai Branding Produk Kopi Lokal Lampung dilakukan melalui beberapa tahapan: strategy of publicity, strategy of persuation, strategy of argumentation dan strategy of image. Kampanye public relations yang dilakukan oleh humas Provinsi Lampung mengenai hari jum’at minum kopi harus dilakukan secara terus menerus (konsisten), agar kopi robusta Lampung menjadi dikenal sehingga dapat mendongkrat minat konsumsi kopi robusta Lampung dan meningkatkan produksi kopi robusta Lampung.
The Role of Lampung Provincial Government in Coffee Product Ratification as a Leading Local Economic Driver Reza Nawafella Alya Parangu; Achmad Kanzulfikar
JURNAL TAPIS Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v22i1.30399

Abstract

Coffee is one of the main agricultural commodities in Lampung Province and plays an important role in local economic development. Although Lampung is one of Indonesia’s largest coffee-producing regions, its coffee has not yet achieved strong competitiveness in global markets, and farmers still receive limited economic benefits. This study examines the role of the Lampung Provincial Government in strengthening coffee as a leading regional commodity and identifies the challenges affecting its development. A qualitative case study approach was used, with data collected through interviews, observations, and document analysis. The results show that the provincial government acts as a regulator, facilitator, coordinator, and innovator in supporting the coffee sector. However, the implementation of these roles is not yet optimal. Challenges include limited implementation of certification and geographical indication programs, unequal stakeholder participation, weak farmer bargaining power, and limited involvement of farmers in value-added activities. The findings indicate that the competitiveness of Lampung coffee is influenced not only by production factors but also by governance and institutional conditions. This study contributes to the literature on local economic development and collaborative governance by showing that successful commodity development requires strong collaboration among government, farmers, cooperatives, and businesses. Practically, the study highlights the need to strengthen farmer institutions, expand value-added processing, and improve coffee branding to increase competitiveness and farmer welfare.