Latar Belakang: Trauma palpebra merupakan cedera periokular yang sering ditemukan dan dapat memengaruhi fungsi proteksi okular, drainase air mata, serta estetika wajah. Keterlibatan kanalis lakrimal dapat menyebabkan epifora dan komplikasi jangka panjang apabila tidak ditangani secara tepat. Data mengenai karakteristik klinis dan keterlibatan kanalis lakrimal masih terbatas meskipun trauma palpebra merupakan salah satu cedera mata paling umum. Objektif: Mengetahui gambaran klinis, mekanisme cedera, lokasi laserasi, dan pola keterlibatan kanalis lakrimal pada pasien trauma palpebra di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2021 - 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder rekam medis. Sebanyak 68 sampel pasien trauma palpebra yang memenuhi kriteria inklusi diolah dengan teknik total sampling. Hasil: Mayoritas pasien merupakan kelompok dewasa (61,8%) dan didominasi oleh laki-laki (67.6%) dengan mekanisme cedera terbanyak akibat benda tumpul (83.8%) dengan lokasi kejadian paling sering adalah jalan raya (63.2%). Trauma banyak terjadi di regio palpebra superior (35.3%), sebagian besar tanpa keterlibatan margo maupun kanalis lakrimal (63,2%), namun semua trauma yang mengenai margo palpebra melibatkan kanalis lakrimalTatalaksana terbanyak adalah penjahitan palpebra (63.2%). Kesimpulan: Trauma palpebra paling banyak dialami oleh laki-laki usia produktif terutama akibat trauma tumpul yang terjadi di jalan raya dengan regio superior sebagai lokasi utama tanpa kerusakan margo atau kanalis lakrimal. Deteksi dini keterlibatan saluran lakrimal tetap penting dilakukan untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Pencegahan trauma dapat dilakukan melalui edukasi keselamatan berkendara dan kepatuhan aturan lalu lintas. Penelitian selanjutnya disarankan mengevaluasi hasil jangka panjang dan strategi pencegahan yang lebih efektif.