Latar Belakang: Tuberculosis (TB) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Prevalensi penyakit tuberkulosis pada tahun 2023 meningkat dari tahun 2022, hal ini juga disebabkan karena lamanya diagnosis dari penyakit tuberkulosis. Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan salah satu teknologi molekular yang berkembang untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan ekstraksi DNA TB dengan menggunakan metode boiling dan kit komersial, yang ditinjau dari aspek kualitas, kunatitas, dan integritas DNA. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik. Penelitian ini dilakukan di Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang pada periode bulan Juli 2023 - Maret 2024. Hasil: Pada aspek kualitas DNA, ekstraksi DNA dengan menggunakan metode boiling memiliki rata-rata sekitar 1.47 dan kit komersial memiliki rata-rata sekitar 1.79. Pada aspek kuantitas DNA, ekstraksi DNA dengan menggunakan metode boiling memiliki rata-rata 7.1 ng/µl dan kit komersial memiliki rata-rata sekitar 17.1 ng/µl. Pada aspek integritas DNA metode boiling dapat memvisualisasikan 28 sampel positif dan kit komersial 22 sampel positif. Kesimpulan: pada penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan antara metode boiling dan kit komersial pada aspek kualitas dan kuantitas DNA, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara metode boiling dan kit komersial pada aspek integritas DNA. Kata kunci: Mycobacterium tuberculosis, Ekstraksi, DNA, Boiling, PCR