Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Comprehensive Science

Gambaran Foto Toraks Pada Penderita Gagal Jantung Kongestif Dengan Penyakit Jantung Koroner di RS R. D. Kandou Periode Februari 2024 — Februari 2025 Wijaya, Tiara Intan Kencana; Simanjuntak, Martin Luther; Mamesah, Yovana Priskilla Mirintha
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3752

Abstract

Latar belakang: Gagal jantung kongestif (GJK) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kardiovaskular secara global dan sering menjadi tahap akhir berbagai penyakit jantung. Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan etiologi tersering GJK. Meskipun secara klinis kejadian GJK sangat berkaitan erat PJK, namun hingga saat ini belum ada penelitian yang secara khusus mendeskripsikan gambaran radiologis foto toraks GJK yang disebabkan oleh PJK. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran foto toraks pada penderita gagal jantung kongestif dengan penyakit jantung koroner di RS R. D. Kandou periode Februari 2024 hingga Februari 2025. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross sectional yang memanfaatkan data sekunder berupa rekam medis pasien. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross sectional, yang memanfaatkan data sekunder berupa rekam medis pasien yang melakukan pemeriksaan foto toraks di RS R. D. Kandou periode Februari 2024 – Februari 2025. Hasil: Ditemukan sebanyak 38 penderita GJK dengan PJK di RS R. D. Kandou periode Februari 2024 – Februari 2025 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (63,2%), dan kelompok usia 56-65 tahun (50%) dengan gambaran foto toraks yang terbanyak ditemukan adalah kardiomegali (94,7%). Kesimpulan: Penderita GJK dengan PJK didominasi oleh jenis kelamin laki-laki, kelompok usia 56-65 tahun, dengan gambaran foto toraks terbanyak adalah kardiomegali. Temuan kardiomegali mengindikasikan pentingnya foto toraks sebagai modalitas skrining awal untuk mendeteksi komplikasi struktural jantung pada pasien PJK, terutama pada populasi usia lanjut dan laki-laki yang memiliki risiko lebih tinggi. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan protokol pemeriksaan radiologis yang lebih terstandarisasi dalam manajemen GJK dengan etiologi PJK di fasilitas kesehatan rujukan.
Gambaran Foto Toraks Pada Penderita Gagal Jantung Kongestif Disertai Edema Paru di RS R. D. Kandou Periode Februari 2024–Februari 2025 Walintukan, Quincy Verlindy; Wagiu, Christilia Grazille; Simanjuntak, Martin Luther
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3781

Abstract

Latar belakang: Gagal Jantung Kongestif (GJK) atau Congestive Heart Failure (CHF) merupakan kondisi dimana terjadi gangguan pada proses kerja jantung atau terjadi ketidakmampuan pada jantung dalam mensuplai darah yang dibutuhkan oleh tubuh. Gagal jantung menjadi penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2018  prevalensi kasus gagal jantung yang terdiagnosis mencapai kurang lebih 1,017 juta orang. Foto toraks menjadi alat untuk mendeteksi apakah ada terjadi masalah pada paru-paru yang diakibatkan oleh gagal jantung. Tujuan: untuk mengetahui gambaran foto toraks pada penderita gagal jantung kongestif disertai edema paru di RS R. D. Kandou Periode Februari 2024-Februari 2025. Metode: Penelitian ini menggunakandesain Cross-Sectional dengan pendekatan deskriptif retrospektif. Data Penelitian diperoleh dari rekam medis pasien menggunakan teknik total sampling. Hasil : Ditemukan sebanyak 138 penderita gagal jantung kongestif disertai edema paru yang memenuhi kriteria inklkusi dan eksklusi. Data penelitian didominasi oleh pasien berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 79 orang (57,2%). Distribusi usia pada penelitian ini didominasi oleh kelompok usia >65 tahun dengan jumlah 52 orang (37.7%). Pada penelitian ini gambaran karakteristik foto toraks yang mendominais adalah Batwing Appearance (42.8%). Kesimpulan: Penderita gagal jantung kongestif disertai edema paru didominasi oleh jenis kelamin laki-laki, kelompok usia >65 tahun, dan gambaran foto toraks yang mendominasi Batwing Appearance.