Tuberkulosis paru merupakan salah satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia. Indonesia menempati peringkat ketiga dengan beban kasus tertinggi secara global dan menjadi penyebab kematian nomor empat setelah penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan self-management terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kalibobo, Nabire. Desain penelitian menggunakan metode quasi experimental dengan rancangan pre-post test with control group. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 40 responden pada kelompok intervensi dan 40 responden pada kelompok kontrol, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi pada tingkat pengetahuan pasien dengan nilai p = 0,000 (< 0,05), yang berarti pendekatan self-management efektif meningkatkan pengetahuan pasien tentang penyakit dan pengobatannya. Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kepatuhan minum obat dengan nilai p = 0,067 (> 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa meskipun self-management berhasil meningkatkan pengetahuan penderita TB paru, peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan masih membutuhkan dukungan intervensi tambahan, seperti pengawasan langsung dan motivasi berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan strategi edukasi yang lebih efektif untuk mendukung keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru.