Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Discharge Planning Dalam Keperawatan: Konsep Analisis Hilmiyanti, Yanti; Ekawati, Hesty Fauziah; Pranata, Satriya; Mubin, Fatkhul
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32641

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini terletak pada ambiguitas definisi dan implementasi discharge planning dalam praktik keperawatan, di mana sebagian institusi menginterpretasikannya sebagai proses administratif semata, sementara literatur keperawatan menekankan bahwa discharge planning merupakan proses multidimensional yang mencakup aspek medis, edukatif, sosial, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep discharge planning dalam keperawatan secara komprehensif dengan mengidentifikasi determinan, atribut inti, anteseden, konsekuensi, dan referen empiris untuk menentukan batasan konseptual dan karakteristik utamanya yang dapat digunakan secara konsisten dalam praktik klinis dan pengembangan kebijakan institusional. Penelitian ini menggunakan metode analisis konsep Walker dan Avant (2019) melalui tinjauan sistematis literatur internasional yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, dengan sumber data berasal dari World Health Organization, Cochrane Database of Systematic Reviews, BMC Nursing, JAMA Network Open, PLOS ONE, NICE Guidelines, AHRQ, dan jurnal keperawatan bereputasi lainnya. Analisis menunjukkan bahwa perencanaan pemulangan mencakup asesmen komprehensif, perencanaan personal, edukasi terstruktur menggunakan metode teach-back, rekonsiliasi pengobatan, koordinasi multidisiplin, tindak lanjut terjadwal dalam 48–72 jam, dan dokumentasi lengkap. Anteseden meliputi stabilitas pasien, diagnosis yang jelas, dukungan pengasuh, kesiapan institusi, dan ketersediaan tim multidisiplin. Konsekuensinya meliputi penurunan tingkat readmisi, kepatuhan pengobatan yang lebih baik, peningkatan kemampuan perawatan diri, kualitas hidup yang lebih baik, dan peningkatan keselamatan pasien. Studi ini menyimpulkan bahwa perencanaan pulang merupakan praktik keperawatan yang multifaset dan kolaboratif, penting untuk transisi yang aman dan efektif dari rumah sakit ke rumah. Implikasi praktis penelitian ini menyediakan kerangka konseptual yang jelas untuk pengembangan standar operasional prosedur, instrumen penilaian kesiapan pulang, program pelatihan perawat, serta kebijakan institusional.