Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR YANG TINGGAL DI DAERAH TERKENA ROB DAN TIDAK TERKENA ROB DI SDN BANDARHARJO 02 Nora, Siti; Mubin, Fatkhul; Targunawan, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara langsung maupun tidak langsung keadaan lingkungan tempat tinggal, suasana sekitar dan iklim secara psikologis sangat penting dalam mempengaruhi minat dan motivasi belajar anak. Lingkungan yang sering terkena banjir misalnya, akan mempengaruhi kesehatan siswa dan fasilitas sekolah yang akhirnya menurunkan minat dan motivasi dalam sekolah dan rendahnya prestasi seperti di SDN Bandarharjo 02 Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prestasi belajar anak sekolah dasar kelas 5 dan 6 yang tinggal di daerah rob dan selain daerah rob di SDN Bandarharjo 02 wilayah Semarang Utara. Penelitian menggunakan desain deskriptif komparatif. Sampel diambil secara sampling jenuh. Alat penelitian menggunakan hasil proses belajar mengajar dalam raport kelas yang ditunjukkan dengan nilai rata –rata raport kelas semester 1. Kemudian data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Chi-Squre. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan prestasi belajar anak sekolah dasar yang tinggal di daerah terkena rob dan tidak terkena rob di SDN Bandarharjo 02 Semarang Utara (nilai p=0,000). Orang tua murid sebaiknya selalu memberikan sebuah dorongan dan perhatian dalam kegiatan belajar anaknya sebagai motivasi kepada anaknya tersebut meski dalam kondisi lingkungan rob. Kata kunci : Banjir Rob, Prestasi Belajar
HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KELURAHAN PALEBON KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Dahlan, Arvina; Mubin, Fatkhul; Mustika, Dian Nintyasari
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.168 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.56-60

Abstract

Latar belakang : Pemberian ASI di Indonesia belum dilaksanakan sepenuhnya dan masih sangat rendahnya pemberian ASI eksklusif terutama pada ibu bekerja. Dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di kelurahan Palebon kecamatan Pedurungan kota Semarang di peroleh data bahwa 8 dari 10 ibu bekerja yang menyusui (bayi umur 6-12 bulan) tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya, dan 9 dari 10 ibu tidak bekerja yang menyusui (bayi umur 6-12 bulan) memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan status pekerjaanterhadap pemberian ASI eksklusif. Metode : jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional, dengan status pekerjaan sebagai variabel independendan pemberian ASI eksklusif sebagai variabel dependen, menggunakan 90 populasi dan 47 sampel, dan menggunakan uji chi square sebagai uji statistik. Hasil : penelitian ini dilakukan dengan menggunakan cara menganalisis hubungan antara status pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif diperoleh hasil perhitungan menggunakan Continuity Correction dengan nilai R = 10,28 dan diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara status pekerjaan dengan pemberian ASI ekslusif. Simpulan : ada hubungan antara status pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif
Integrating Islamic Values in Online Learning: A Comparative Study of Western and Islamic Education Philosophies Afif, Nur; Aziz, Abd; Mukhtarom, Asrori; Mubin, Fatkhul; Lubis, Muhammad Riyadi
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i1.40392

Abstract

AbstractThe aim of this research is to examine the application of Islamic values in online learning and compare the principles of online learning from the perspectives of Western Education Theory and Islamic Education Philosophy. This qualitative research employs a literature review methodology. The findings indicate that integrating Islamic values into online learning is essential without compromising these values. The research contrasts practical online learning principles as viewed by Western educational theories and classical Islamic scholarship. A significant difference identified is that Islamic education incorporates worship values, whereas Western educational philosophy focuses solely on the humanitarian process without the worship aspect.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran daring dan membandingkan prinsip-prinsip pembelajaran daring dari perspektif Teori Pendidikan Barat dan Filosofi Pendidikan Islam. Penelitian kualitatif ini menggunakan metodologi tinjauan literatur. Temuan menunjukkan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran daring adalah penting tanpa mengkompromikan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini membandingkan prinsip-prinsip praktis pembelajaran daring menurut teori pendidikan Barat dan karya-karya cendekiawan Islam klasik. Perbedaan signifikan yang teridentifikasi adalah bahwa pendidikan Islam mengandung nilai ibadah, sedangkan filosofi pendidikan Barat hanya berfokus pada proses kemanusiaan tanpa aspek ibadah.  How to Cite: Afif, N., Aziz, A., Mukhtarom, A., Mubin, F., & Lubis, M.R. (2024). Integrating Islamic Values in Online Learning: A Comparative Study of Western and Islamic Education Philosophies. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(1), 27-36. doi:10.15408/tjems.v11i1.40392.
Pictorial Number Sandpaper Media in Recognizing Number Symbols and Training Children's Fine Motor Skills Krisnawati, Nofi Maria; Ayuningtias, Rindhi; Abusiri; Mubin, Fatkhul; Pifianti, Ade
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v12i1.73543

Abstract

There are still many children whose development is not optimal, especially in sensory, fine motor, and cognitive development in understanding number symbols. Therefore this study aims to analyze the effectiveness of pictorial number sandpaper media in developing students' sensory, motor, and cognitive abilities in recognizing number symbols 1-10. The method used in this research is mixed method, which combines quantitative and qualitative methods with a sequential approach. The subjects in this study were 20 kindergartens level-A students at Islamic School. Data collection techniques in this study through observation and documentation. The data analysis technique used is the descriptive-analytic technique, which analyzes the variables consisting of cognitive improvement, and fine motor skills through pictorial number sandpapper games. The results showed an increase in fine motor skills and understanding of number symbols. The results of quantitative analysis show an effective increase in the recognition of number symbols from 25% to 100%, which means that children can recognize number symbols well. Likewise, for the results of observational data in training fine motor skills, students experience effective development in fine motor skills, namely, students can improve concentration and focus, improve coordination between hands and eyes, improve visual design skills, improve the ability to control hand and finger movements.
KAIDAH-KAIDAH DHAMIR DALAM KITAB FATH AL-QADIR Ahmad Rahim, Musyaffa; Mubin, Fatkhul
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 6, No 2 (2022): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36671/mumtaz.v6i02.404

Abstract

This study will discuss the comparison between Written and Oral interpretations Of the Quraish shihab's hijab (jilbab) perspective. The Quraish Shihab's interpretation of the verses about the hijab caused a lot of controversy among commentators and scholars. He said that the veil was a must And He Also Said That It Was Not permissible because it cannot be said to be shari'ah without a clear text. In this research, the writer uses the method of over-the-top and long-winded orality and literacy. This feature keeps the listener focused and on the path of the story. It also aims to reveal the differences in the written intbn/ rpretation (Tafsir Al-Misbah) and the oral Quraish shihab. Through this method, the writer assumes that within a boundary there is a difference in meaning between written and oral interpretation. First, in Q.S Al-Ahzab verse 59 his written commentary Quraish Shihab only mentions the word genitalia once, but in his oral interpretation Quraish Shihab mentions the word genitalia repeatedly and ramblingly "aurat must still be covered, genitalia." Second, in Q.S An-Nur Verse 31 of his commentary Quraish shihab he only mentions the word "show" once. While in his oral interpretation, he mentions the word repeatedly or exaggerating. Third, in Q.S Al-A'raf verse 26 the word clothing has a meaning that is repeated, so that the quote contains exaggeration, length and rambling
RELIGIOUS MODERATION AS A RESPONSE TO RADICALISM: INSIGHTS FROM THE QUR’AN, HADITH, AND THE PROPHET’S CHARACTER Suparta, Mundzier; Hady, Yazid; Abusiri, Abusiri; Mubin, Fatkhul
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i1.344

Abstract

AbstractReligious radicalism in Indonesia deviates from Islam’s core values of justice, mercy, and balance, often manifesting in exclusivism, intolerance, and violence. This article explores the normative principles of religious moderation (wasathiyyah) as expressed in the Qur’an, Hadith, and the Prophet Muhammad’s exemplary character, analysing their relevance in countering contemporary radicalism. Using a qualitative method, it examines primary Islamic texts and secondary scholarship, identifying key themes through socio-historical interpretation and maqāṣid al-sharī‘ah. The findings show that moderation understood as a balanced middle path between excess (ifrāṭ) and negligence (tafrīṭ) is a central Islamic tenet, affirmed in Q.S. Al-Baqarah: 143 and Q.S. Al-Hujurat: 13. The Prophet embodied moderation through gentleness, openness, and respect for diversity, providing a model for balanced thought and practice. Moderation also applies to theology, worship, ethics, and law, shaping an inclusive, peace-oriented Islamic framework. Integrating these values into education, preaching, and policy is vital to counter radicalism, strengthen tolerance, and maintain Islam’s role as rahmatan lil-‘ālamīn. Moderation thus emerges as both a normative imperative and an effective strategy for harmony in pluralistic societies.AbstrakRadikalisme agama di Indonesia menyimpang dari nilai inti Islam, yaitu keadilan, kasih sayang, dan keseimbangan, yang sering termanifestasi dalam sikap eksklusif, intoleran, dan kekerasan. Artikel ini mengkaji prinsip normatif moderasi beragama (wasathiyyah) sebagaimana tercermin dalam Al-Qur’an, Hadis, dan teladan Nabi Muhammad SAW, serta relevansinya dalam menghadapi radikalisme kontemporer. Dengan metode kualitatif, penelitian ini menelaah teks-teks Islam primer dan literatur akademik sekunder, mengidentifikasi tema utama melalui interpretasi sosio-historis dengan pertimbangan maqāṣid al-sharī‘ah. Temuan menunjukkan bahwa moderasi—jalan tengah yang seimbang antara ifrāṭ (berlebihan) dan tafrīṭ (meremehkan)—merupakan ajaran utama Islam, ditegaskan dalam Q.S. Al-Baqarah: 143 dan Q.S. Al-Hujurat: 13. Nabi meneladani moderasi melalui kelembutan, keterbukaan, dan penghormatan terhadap keragaman, menjadi model bagi keseimbangan pemikiran dan praktik. Moderasi juga mencakup akidah, ibadah, etika, dan hukum, membentuk kerangka Islam yang inklusif dan damai. Integrasi nilai-nilai ini dalam pendidikan, dakwah, dan kebijakan publik penting untuk melawan radikalisme, memperkuat toleransi, dan menjaga Islam sebagai rahmatan lil-‘ālamīn. Moderasi terbukti sebagai keharusan normatif dan strategi efektif membangun harmoni dalam masyarakat plural.
MODEL TERINTEGRASI PENGELOLAAN GURU DALAM MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN BERKUALITAS DI SEKOLAH DASAR ISLAM Qomaruddin Hidayat; Teguh Prawiro; Fatkhul Mubin
Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study employs a qualitative case study approach, with data collected through documentation analysis, interviews, and observations. The data were analyzed thematically using content analysis, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the teacher management model at SD Khalifah Krukut Depok is implemented through several stages: needs analysis, recruitment (selection), orientation and training, assignment, in-service training, coaching, and evaluation. Teacher performance is monitored and assessed through academic and non-academic supervision activities conducted once every semester. Learning program planning is conducted at the beginning of each academic year through structured teacher meetings. The teacher management model at SD Khalifah Krukut is characterized by a systematic, programmed, holistic, and integrated approach, which includes training, workshops, mentoring, and monitoring—contributing significantly to improving the quality of learning. However, several obstacles hinder this process, such as inadequate infrastructure, limited teacher competence and motivation, weak work ethic, and the lack of professional development activities led by field experts. To overcome these challenges, teachers have engaged in internal and external seminars, collaborative group discussions, and peer teaching to foster continuous improvement in classroom instruction.
PEMBELAJARAN ABAD 21: MELIHAT LEBIH DEKAT INOVASI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN INDONESIA Rosyid, Abdul; Mubin, Fatkhul
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 7 No 1 (2024): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v7i1.586

Abstract

Dalam era pembelajaran abad 21, terjadi perubahan signifikan sebagai dampak dari pesatnya kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Perubahan ini mencakup pergeseran paradigma pembelajaran yang ditandai oleh modifikasi kurikulum, penggunaan media baru, dan integrasi teknologi. Pembelajaran abad 21 sejalan dengan evolusi masyarakat dari zaman primitif hingga masyarakat agraris, kemudian industri, dan saat ini menuju masyarakat informatif yang ditandai oleh digitalisasi. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan inovasi pembelajaran pada abad 21, dengan menggunakan metode kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan abad 21 bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik dan memberdayakan mereka untuk membentuk karakter yang lebih baik. Beberapa inovasi pembelajaran abad 21, seperti penerapan Model Blended Learning (MBL), diidentifikasi sebagai solusi yang sangat relevan untuk menghadapi tantangan di Indonesia pada abad ke-21 dan mempersiapkan lingkungan belajar yang mendukung pencapaian kompetensi abad 21. Selain itu, digitalisasi masyarakat global mendorong perubahan dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah, memerlukan keterampilan teknologi digital baik dari guru maupun siswa.
The Construction Learning Model of Islamic Education in Society 5.0 and Its Relevance at Islamic Boarding Schools on Java Island Afif, Nur; Aziz, Abd; Mubin, Fatkhul
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i1.35967

Abstract

AbstractThe study aimed to determine the urgency of digitizing Islamic boarding school education in Society 5.0 and the effectiveness of the IT-based collaborative learning model on the creative thinking abilities of students in Islamic boarding schools on the island of Java. This mixed methods research method combines two previously existing forms of research, namely qualitative research and quantitative research. The population referred to in this research were all class X students in Islamic boarding schools on the island of Java, including Islamic boarding schools in Banten and Islamic boarding schools in East Java. The variables of this research are the IT-based collaborative learning model and creative thinking abilities. Based on the results of data analysis, it was concluded that 1) urgency digitizing Islamic boarding school education in Society 5.0 is one of the efforts that must be made for all Islamic boarding schools, especially Islamic boarding schools on the Island of Java; 2) Collaborative learning model was very effective for improving students' creative thinking abilities. All aspects of creative thinking can be developed through IT-based collaborative learning in facing Society 5.0 in Islamic boarding schools on the island of Java.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan urgensi digitalisasi pendidikan pesantren di dalam Masyarakat 5.0 dan efektivitas model pembelajaran kolaboratif berbasis IT terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa di pesantren di pulau Jawa. Metode penelitian campuran ini menggabungkan dua bentuk penelitian yang sebelumnya ada, yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X di pesantren di pulau Jawa, termasuk pesantren di Banten dan pesantren di Jawa Timur. Variabel penelitian ini adalah model pembelajaran kolaboratif berbasis IT dan kemampuan berpikir kreatif. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa 1) urgensi digitalisasi pendidikan pesantren di dalam Masyarakat 5.0 adalah salah satu upaya yang harus dilakukan untuk semua pesantren, khususnya pesantren di Pulau Jawa; 2) Model pembelajaran kolaboratif sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Semua aspek berpikir kreatif dapat dikembangkan melalui pembelajaran kolaboratif berbasis IT dalam menghadapi Masyarakat 5.0 di pesantren di pulau Jawa.How to Cite: Afif, N., Aziz, A., Mubin, F. (2023) The Construction Learning Model of Islamic Education in Society 5.0 and Its Relevance at  Islamic Boarding Schools on Java Island. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(1), 69-84. doi:10.15408/tjems.v10i1. 35967.
Integrating Islamic Values in Online Learning: A Comparative Study of Western and Islamic Education Philosophies Afif, Nur; Aziz, Abd; Mukhtarom, Asrori; Mubin, Fatkhul; Lubis, Muhammad Riyadi
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i1.40392

Abstract

AbstractThe aim of this research is to examine the application of Islamic values in online learning and compare the principles of online learning from the perspectives of Western Education Theory and Islamic Education Philosophy. This qualitative research employs a literature review methodology. The findings indicate that integrating Islamic values into online learning is essential without compromising these values. The research contrasts practical online learning principles as viewed by Western educational theories and classical Islamic scholarship. A significant difference identified is that Islamic education incorporates worship values, whereas Western educational philosophy focuses solely on the humanitarian process without the worship aspect.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran daring dan membandingkan prinsip-prinsip pembelajaran daring dari perspektif Teori Pendidikan Barat dan Filosofi Pendidikan Islam. Penelitian kualitatif ini menggunakan metodologi tinjauan literatur. Temuan menunjukkan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran daring adalah penting tanpa mengkompromikan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini membandingkan prinsip-prinsip praktis pembelajaran daring menurut teori pendidikan Barat dan karya-karya cendekiawan Islam klasik. Perbedaan signifikan yang teridentifikasi adalah bahwa pendidikan Islam mengandung nilai ibadah, sedangkan filosofi pendidikan Barat hanya berfokus pada proses kemanusiaan tanpa aspek ibadah.  How to Cite: Afif, N., Aziz, A., Mukhtarom, A., Mubin, F., & Lubis, M.R. (2024). Integrating Islamic Values in Online Learning: A Comparative Study of Western and Islamic Education Philosophies. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(1), 27-36. doi:10.15408/tjems.v11i1.40392.