Hubungan dagang Indonesia-Jepang yang telah lama terjalin, khususnya melalui Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA), membuka peluang besar bagi peningkatan ekspor komoditas unggulan nasional, salah satunya kopi Arabika. Namun, pasar Jepang dikenal sangat selektif dengan standar kualitas dan keamanan pangan yang ketat, sehingga diperlukan strategi diplomasi ekonomi yang tepat untuk dapat bersaing dan mempertahankan pangsa pasar. Penelitian ini mengkaji peran diplomasi ekonomi Indonesia-Jepang dalam mendorong ekspor kopi Arabika ke Jepang pada periode 2019 hingga 2024. Berdasarkan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis data sekunder, penelitian ini mengidentifikasi strategi kerja sama bilateral, seperti pemanfaatan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA), promosi melalui pameran dagang, serta inisiatif riset bersama dan sertifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekspor kopi Arabika Indonesia ke Jepang, meskipun menghadapi tantangan seperti persaingan global, standar keamanan pangan Jepang yang ketat, dan gangguan akibat pandemi COVID-19. Studi ini juga menyoroti peran krusial sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok kopi spesialti berkualitas tinggi di pasar Jepang. Rekomendasi kebijakan meliputi penguatan branding, peningkatan kapasitas petani, dan optimalisasi skema perdagangan bilateral guna memastikan keberlanjutan ekspor.