Pendidikan Islam pada hakikatnya bertumpu pada nilai-nilai wahyu yang berfungsi membentuk manusia beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Namun, dalam konteks pendidikan kontemporer, terjadi kecenderungan reduksi nilai tauhid dalam praktik pendidikan yang lebih menekankan aspek kognitif dan pragmatis. Artikel ini bertujuan mengkaji nilai-nilai tarbawi dalam Al-Qur’an sebagai fondasi pendidikan Islam dengan fokus kajian pada QS. Al-An‘ām ayat 79. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) serta analisis tafsir tarbawi terhadap ayat yang relevan. Data dikumpulkan dari Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur pendidikan Islam, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menggali makna edukatif dan implikasi pedagogisnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa QS. Al-An‘ām: 79 mengandung nilai-nilai tarbawi fundamental, antara lain pendidikan tauhid sebagai basis worldview, orientasi hidup ilahiyah, keistiqamahan dan keteguhan prinsip, sikap kritis terhadap kemusyrikan, serta integrasi rasionalitas dan spiritualitas. Nilai-nilai tersebut membentuk kerangka pendidikan Islam yang holistik, mencakup pembinaan iman, akal, dan akhlak peserta didik. Pembahasan menegaskan bahwa tafsir tarbawi QS. Al-An‘ām: 79 memiliki relevansi strategis dalam penguatan tujuan pendidikan Islam, pendidikan karakter, serta pengembangan kurikulum berbasis nilai Qur’ani. Dapat dikatakan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai sumber normatif, tetapi juga sebagai paradigma pendidikan yang transformatif dan kontekstual dalam menjawab tantangan pendidikan Islam di era modern.