Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam. Generasi Z yang tumbuh di era digital memiliki karakteristik belajar yang dekat dengan teknologi, sehingga menuntut pendekatan pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan aplikasi Al-Qur’an berbasis AI bagi Generasi Z ditinjau dari perspektif pedagogis dan etis di Rumah Tahfidz Al-Munif Medan Timur, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas pedagogis dan kesadaran etis dalam penggunaan aplikasi Al-Qur’an berbasis AI. Sementara itu, data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap pengalaman belajar santriwati. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan efektivitas penggunaan aplikasi Al-Qur’an berbasis AI setelah dilakukan intervensi, yang ditandai dengan meningkatnya keterlibatan belajar, motivasi, pemahaman awal terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, serta kesadaran etis dalam memanfaatkan teknologi digital. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa efektivitas tersebut bersifat terbatas dan tidak dapat menggantikan peran guru atau ustadzah dalam membimbing adab, akhlak, dan pemahaman keagamaan yang mendalam. Dari perspektif etis, aplikasi Al-Qur’an berbasis AI dipandang sebagai sarana pendukung pembelajaran yang memerlukan sikap kritis, verifikasi melalui sumber tafsir yang muktabar, serta pendampingan pedagogis. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi aplikasi Al-Qur’an berbasis AI dalam Pendidikan Agama Islam dapat memberikan manfaat optimal apabila digunakan secara proporsional, beretika, dan selaras dengan nilai-nilai keislaman.