Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Panel Surya Berbasis IoT untuk Mengatasi Tantangan Energi dan Manajemen di Kelompok Tani Sukasari Nurhasanah, Nunung; Rahmatia, Suci; Anggraini, Sari; Almas, Alifah; Rohman, Iksan Khosiya; Handayani, Nadila Puspita Tri; Salsabila, Nida; Zulfah, Nur Saumi Indana; Nanda, Rahmat Giant
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 8, No 1 (2025): In Press
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v8i1.4827

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan Kelompok Tani Sukasari melalui penerapan teknologi digital dan energi terbarukan. Instalasi sistem kendali dan monitoring berbasis Internet of Things (IoT) pada ruang rak pengering biji bunga matahari semula meningkatkan konsumsi listrik hingga 150–171 kWh per bulan, sementara pengolahan lahan masih dilakukan secara manual dengan kebutuhan waktu enam hari dan lima tenaga kerja. Selain itu, petani belum memiliki pengetahuan memadai terkait manajemen keuangan dan pengelolaan aset hibah. Tujuan utama kegiatan ini adalah menginstalasi panel surya berbasis IoT pada ruang pengering, meningkatkan produktivitas pengolahan tanah, serta memperluas wawasan kelompok tani mengenai manajemen keuangan dan aset untuk keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan, dengan melibatkan 15 anggota kelompok tani. Hasil kegiatan menunjukkan penurunan signifikan biaya listrik dari Rp250.000 menjadi Rp50.000 per bulan, percepatan waktu pengeringan dari enam hari menjadi dua hari, serta peningkatan kualitas biji bunga matahari. Penggunaan hand tractor juga menurunkan kebutuhan tenaga kerja menjadi dua orang dengan durasi tiga hari. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, dan praktik pertanian berkelanjutan melalui integrasi teknologi digital dan energi terbarukan.Kata kunci: Bunga Matahari, Ekonomi Hijau, Internet of Thngs, Manajemen Petani, Panel Surya.
Perancangan Ulang Alat Penyortiran Ikan Lele Menggunakan Metode SWOT, Analisis IFE–EFE, dan TOWS Matrix Nanda, Rahmat Giant; Ade Putra Biyantoro; Nur Saumi Indana Zulfa; Safwanizhan; Aprilia Tri Purwandari; Sopian Maulana
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha budidaya ikan lele memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, namun masih dihadapkan pada berbagai permasalahan operasional, salah satunya pada proses panen dan penyortiran ikan yang belum terintegrasi dan efisien. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas kerja, meningkatkan risiko stres dan kerusakan ikan, serta berdampak pada keselamatan kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang alat penyortiran ikan lele yang lebih efisien, ergonomis, dan terintegrasi dengan proses panen guna mendukung peningkatan kinerja operasional usaha budidaya ikan lele. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha, yang selanjutnya dikuantifikasi menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Hasil analisis tersebut kemudian dirumuskan menjadi alternatif strategi pengembangan melalui TOWS Matrix. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung di lokasi budidaya, wawancara dengan pemilik usaha, serta pengumpulan data pendukung terkait proses operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan lele memiliki kekuatan internal yang cukup baik dan peluang eksternal yang besar, meskipun masih menghadapi beberapa kelemahan dan ancaman. Strategi yang paling relevan berdasarkan TOWS Matrix adalah perancangan ulang alat penyortiran ikan lele yang terintegrasi dengan proses panen. Desain ulang alat ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi risiko stres dan kerusakan ikan, memperbaiki aspek ergonomi dan keselamatan kerja, serta mendukung keberlanjutan dan daya saing usaha budidaya ikan lele.