Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kawasan Rumah Adat Gorontalo Dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional Aqsal, Moh.; Umar, Umar; Farida, Farida
Venustas Vol 5 No 1 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik - Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/venustashome.v5i1.1772

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, salah satunya tercermin dalam arsitektur tradisional yang mengandung nilai-nilai sosial, filosofi, dan kepercayaan masyarakat setempat. Provinsi Gorontalo merupakan salah satu daerah yang memiliki identitas budaya yang kuat melalui keberadaan rumah adat seperti Dulohupa, Bantayo Pobo’ide, Rumah Gobel, dan Rumah Ma’lihe (Potiwaluya). Namun demikian, keterbatasan sarana yang mewadahi informasi dan aktivitas kebudayaan menyebabkan rendahnya pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda dan wisatawan, terhadap nilai-nilai arsitektur tradisional Gorontalo. Skripsi ini bertujuan untuk merancang Kawasan Rumah Adat Gorontalo dengan pendekatan arsitektur tradisional sebagai upaya pelestarian, edukasi, dan pengembangan pariwisata budaya. Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai ruang pamer budaya, tetapi juga sebagai ruang sosial dan ekonomi yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan dan aktivitas masyarakat. Pendekatan arsitektur tradisional diterapkan melalui pengolahan tata massa, tata ruang, bentuk bangunan, sistem struktur, penggunaan material lokal, serta penerapan makna simbolik yang berlandaskan falsafah adat Gorontalo. Metode yang digunakan dalam perancangan meliputi observasi lapangan, studi literatur, studi dokumentasi, dan studi komparasi terhadap kawasan budaya sejenis. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip arsitektur tradisional dalam perencanaan kawasan mampu memperkuat identitas lokal, meningkatkan kesadaran budaya masyarakat, serta meningkatkan daya tarik wisata daerah. Kawasan Rumah Adat Gorontalo diharapkan dapat menjadi ikon budaya yang berperan penting dalam pelestarian warisan arsitektur tradisional sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan wilayah dan keberlanjutan budaya lokal.