Cakupan imunisasi dasar lengkap masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama dipengaruhi oleh persepsi orang tua terkait manfaat, risiko, dan kebutuhan imunisasi. Persepsi yang kurang tepat sering menyebabkan ketidaklengkapan imunisasi yang berdampak pada meningkatnya risiko penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi orang tua dan kelengkapan imunisasi dasar anak usia 0–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Semboro Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari orang tua yang memiliki anak usia 0–24 bulan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang menilai persepsi meliputi persepsi manfaat, keparahan, efikasi diri, dan isyarat tindakan. Analisis data meliputi distribusi frekuensi, uji chi-square, dan interpretasi hubungan antar variabel. Mayoritas responden memiliki persepsi positif terhadap imunisasi, selaras dengan capaian imunisasi dasar lengkap sebesar 77,5%. Analisis menunjukkan bahwa persepsi manfaat, efikasi diri, dan isyarat tindakan memiliki hubungan signifikan terhadap kelengkapan imunisasi, sedangkan persepsi keparahan tidak menunjukkan hubungan yang berarti. Persepsi manfaat merupakan faktor dominan yang memengaruhi status imunisasi anak. Persepsi orang tua memegang peran penting dalam imunisasi dasar. Penguatan edukasi tentang manfaat imunisasi, peningkatan efikasi diri orang tua dalam mengakses layanan kesehatan, serta optimalisasi dukungan lingkungan dan petugas kesehatan diperlukan untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.