Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai budaya lokal ke dalam kurikulum sebagai strategi untuk memperkuat identitas budaya siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka. Tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah penelitian, pengumpulan literatur yang relevan dari jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan, pemilihan referensi yang memenuhi syarat, analisis dan sintesis temuan, serta penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya lokal dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum melalui pembelajaran intrakurikuler, mata pelajaran konten lokal, pembelajaran berbasis proyek, dan kegiatan ekstrakurikuler. Diskusi mengungkapkan bahwa integrasi budaya lokal ke dalam pembelajaran menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna, meningkatkan literasi budaya, memperkuat pendidikan karakter, dan mendukung pengembangan kompetensi yang dibutuhkan di abad ke-21, termasuk berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi. Terlepas dari manfaat tersebut, implementasinya masih dibatasi oleh kompetensi guru yang terbatas, sumber belajar yang tidak memadai, dan pengaruh globalisasi terhadap kesadaran budaya siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai budaya lokal ke dalam kurikulum merupakan strategi yang efektif untuk memperkuat identitas budaya siswa. Keberhasilan implementasi membutuhkan kolaborasi antara sekolah, guru, keluarga, masyarakat, dan pembuat kebijakan untuk memastikan bahwa budaya lokal menjadi bagian integral dari proses pendidikan.