Abstrak: Industri kayu “Hikmah Padi” menghasilkan limbah potongan dan serbuk kayu yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan pengrajin kayu melalui peningkatan hard skill dalam pengolahan limbah kayu menjadi produk bernilai guna serta soft skill dalam manajemen usaha dan pemasaran digital berbasis prinsip ekonomi sirkular. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, diskusi dengan mitra, pelatihan teknis, proses produksi, dan pendampingan dalam pengembangan branding. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi dengan skala Likert untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pelatihan pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran. Mitra kegiatan terdiri atas 15 pengrajin kayu yang tergabung dalam industri lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan rata-rata sebesar 39%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek branding dan pemasaran digital sebesar 45%. Program ini menghasilkan identitas produk “KAYURUPA”, memperluas promosi melalui platform digital, serta memperkuat daya saing dan keberlanjutan ekonomi masyarakat desa.Abstract: The “Hikmah Padi” wood industry generates wood waste in the form of scraps and sawdust that has not been optimally utilized and potentially pollutes the surrounding environment. This community service program aims to empower artisans by improving their hard skills in processing wood waste into value-added products and soft skills in business management and digital marketing based on the principles of the circular economy. The implementation methods include field observation, partner discussions, technical training, production processes, and branding assistance. Evaluation was conducted using questionnaires and observation sheets with a Likert scale to compare pre- and post-training conditions in production, management, and marketing aspects. The partner group consists of 15 local wood artisans. The results show an average skill improvement of 39%, with the highest increase of 45% in branding and digital marketing. The program produced the “KAYURUPA” product identity, expanded promotion through digital platforms, and strengthened local competitiveness and community economic sustainability.