Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang, yang diselenggarakan melalui lembaga pendidikan resmi seperti sekolah, perguruan tinggi, atau universitas. Pendidikan formal biasanya memiliki kurikulum yang jelas, sistem penilaian, dan diakui secara resmi oleh pemerintah atau lembaga yang berwenang. Pendidikan formal diselenggarakan di lembaga pendidikan, seperti sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) atau yang sederajat. Tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Pendidikan formal yang diselenggarakan di sekolah disebut proses belajaran. Prestasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi motivasi, minat, bakat, dan intelegensi. Faktor eksternal mencakup lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta dukungan dari guru dan teman sebaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, dengan teknik analisis data menggunakan uji validasi, reliabilitas, uji t, dan uji determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel lingkungan sekolah yang terdiri dari guru, siswa, dan infrastruktur sekolah secara signifikan berpengaruh terhadap variabel prestasi belajar siswa. Besarnya pengaruh lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa yaitu sebesar 24,9% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak ada dalam penelitian ini.