Pernikahan dini, khususnya di wilayah pedesaan seperti Pulau Talango, Kabupaten Sumenep, masih menjadi faktor risiko signifikan bagi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kondisi ini meningkatkan risiko anak mengalami stunting, anemia, dan berat badan lahir rendah (BBLR). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pencegahan KEK melalui inovasi olahan pangan lokal bergizi berupa sosis udang daun kelor. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat (Participatory Action Research) dengan melibatkan sasaran yang terdiri atas kader Posyandu, ibu hamil, dan ibu balita. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan pembuatan sosis udang daun kelor, penyuluhan gizi bagi ibu hamil, serta evaluasi keberlanjutan usaha. Evaluasi dilakukan melalui penilaian pengetahuan pre-test dan post-test serta observasi terhadap keterampilan pembuatan sosis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan peserta dari 9 menjadi 9,62 setelah diberikan edukasi. Selain itu, peserta juga mampu menghasilkan produk olahan yang memenuhi aspek organoleptik (warna, rasa, aroma, dan tekstur). Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman kader Posyandu terhadap gizi, tetapi juga mendorong motivasi mereka untuk mengembangkan usaha berbasis pangan lokal. Pendekatan ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah lain dengan permasalahan serupa sebagai upaya berkelanjutan dalam menurunkan angka KEK pada ibu hamil dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.