Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND FREE WILL: A BUDDHIST ETHICAL PERSPECTIVE Lauw, Acep; Kwang, Jeni
Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/abip.v11i2.2058

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) presents significant ethical challenges, particularly concerning free will and moral responsibility. This research examines the morality of AI technology from a Buddhist perspective, emphasizing key concepts such as karma, cetana (intention), paticcasamuppada (dependent origination), mindfulness, compassion (karuna), and the principle of non-harm (ahimsa). The methodology employed in this study is a literature review with a qualitative approach based on thematic content analysis. The findings indicate that AI has the potential to support human well-being when designed with good intentions and heightened awareness; however, it also risks diminishing individual autonomy if used without deep ethical reflection. This study offers an ethical framework based on Buddhist teachings that underscores the importance of transparency, responsibility, and moral balance in technology development. These findings contribute to the discourse on AI ethics by enriching the dominant Western framework through a holistic approach derived from Eastern traditions.
Konvergensi Buddhisme dan Neuroscience: Tinjauan Sistematis terhadap Dampak Meditasi Buddhistik terhadap Plastisitas Otak dan Transformasi Kesadaran Cu, Lie Li; Lauw, Acep; Priyono, Edi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.9326

Abstract

Penelitian ini menyajikan tinjauan pustaka sistematis mengenai konvergensi antara Buddhisme dan neuroscience, dengan fokus pada dampak praktik meditasi Buddhistik terhadap plastisitas otak, regulasi emosi, dan transformasi kesadaran. Melalui analisis terhadap 30+ artikel dari jurnal bereputasi tinggi (2004–2025), penelitian ini mensintesis temuan empiris tentang perubahan struktural dan fungsional otak pada praktisi meditasi jangka panjang. Hasil menunjukkan bahwa meditasi Samatha, Vipassana, dan Metta secara signifikan memodulasi jaringan mode default (DMN), meningkatkan konektivitas fronto-parietal, serta menstabilkan osilasi gamma dan theta. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa latihan mental dalam Buddhisme dapat menginduksi neuroplastisitas yang terukur, membuka jalan bagi integrasi kontemplatif dalam intervensi klinis. Penelitian ini juga mengidentifikasi kesenjangan metodologis dan merekomendasikan pendekatan neurofenomenologis untuk penelitian masa depan.