Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Telaah Prinsip Al-‘Ibratu bi ‘Umūmil Lafzhi dalam Ushulut Tafsir Perspektif Tafsir Keindonesiaan Aulia, Evi; Eva Aulia, Evi; Dasuki , Ahmad; Nor Aisyah; Nadia Andini
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v6i1.28881

Abstract

Artikel ini mengkaji penerapan prinsip penafsiran al-‘ibratu bi ‘umūmil lafzhi lā bi khuṣūṣis sabab dalam konteks keindonesiaan, dengan fokus pada penafsiran M. Quraish Shihab terhadap Surah Al-Mā’idah ayat 38. Melalui pendekatan studi pustaka kualitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip yang menegaskan keumuman lafaz Al-Qur’an, meskipun memiliki sebab turunnya yang khusus, menjadi jembatan antara teks Al-Qur’an yang universal dengan realitas sosial hukum Indonesia yang majemuk. Quraish Shihab menegaskan bahwa hukum dalam ayat tersebut bersifat umum, tetapi penerapannya memerlukan persyaratan yang ketat, keadilan peradilan, dan pertimbangan sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan kontekstual Quraish Shihab menghadirkan model tafsir transformatif yang tetap berlandaskan teks, namun terbuka terhadap dinamika lokal. Tafsir seperti ini mencerminkan upaya intelektual Nusantara untuk mengaktualkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam realitas Indonesia.
Telaah Prinsip Al-‘Ibratu bi ‘Umūmil Lafzhi dalam Ushulut Tafsir Perspektif Tafsir Keindonesiaan Aulia, Evi; Dasuki, Ahmad; Evi Aulia, Evi; Dasuki , Ahmad; Nor Aisyah; Nadia Andini
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v6i1.29516

Abstract

Artikel ini mengkaji penerapan prinsip penafsiran al-‘ibratu bi ‘umūmil lafzhi lā bi khuṣūṣis sabab dalam konteks keindonesiaan, dengan fokus pada penafsiran M. Quraish Shihab terhadap Surah Al-Mā’idah ayat 38. Melalui pendekatan studi pustaka kualitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip yang menegaskan keumuman lafaz Al-Qur’an, meskipun memiliki sebab turunnya yang khusus, menjadi jembatan antara teks Al-Qur’an yang universal dengan realitas sosial hukum Indonesia yang majemuk. Quraish Shihab menegaskan bahwa hukum dalam ayat tersebut bersifat umum, tetapi penerapannya memerlukan persyaratan yang ketat, keadilan peradilan, dan pertimbangan sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan kontekstual Quraish Shihab menghadirkan model tafsir transformatif yang tetap berlandaskan teks, namun terbuka terhadap dinamika lokal. Tafsir seperti ini mencerminkan upaya intelektual Nusantara untuk mengaktualkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam realitas Indonesia.
PERKEMBANGAN MAZHAB TAFSIR: ANALISIS SUMBER, METODE, KARAKTERISTIK, DAN TOKOH-TOKOH MUFASIR PADA PERIODE FORMATIF DAN AFIRMATIF Rizal; Nor Aisyah; Akhmad Dasuki
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): April 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i2.701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan mazhab tafsir dengan fokus pada periode formatif dan afirmatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode formatif, penafsiran didominasi oleh metode bi al-ma’tsur yang bersifat riwayati dan global (ijmali), dengan Imam ath-Thabari sebagai tokoh kunci yang melakukan kodifikasi sistematis. Sebaliknya, periode afirmatif menandai era spesialisasi dan penggunaan rasio (bi al-ra’yi) secara intensif melalui metode tahlili (analitik). Pada masa ini, tafsir berfungsi sebagai alat afirmasi ideologi dan mazhab mufasirnya, seperti terlihat dalam corak linguistik al-Zamakhsyari dan corak teologis-ilmiah Fakhruddin al-Razi. Transformasi ini mencerminkan adaptasi intelektual umat Islam dalam merespons tantangan zaman serta kebutuhan sosiopolitik yang semakin kompleks.