Miftahun Ni'am, Ahmad
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Sosial dan Relasi Budaya dalam Perkembangan  Kajian Teoritis Tafsir di Indonesia Ni'am, Ahmad Miftahun; Miftahun Ni'am, Ahmad
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v6i1.29979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana teknologi digital memberikan manfaat sekaligus tantangan bagi kajian tafsir di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi dan analisis wacana untuk mengkaji bagaimana transformasi sosial dan relasi budaya dalam era digital mempengaruhi perkembangan kajian tafsir. Hasil dari peneliatin ini menunjukkan bahwasanya kajian tafsir yang sebelumnya terbatas pada majelis ilmu dan institusi akademik kini semakin luas melalui media sosial, yang tadinya pembelajaran dilaksanakan secara langsung menjadi tidak langsung lewat konten gambar, video dan berbagai tulisan di berbagai website.  Tokoh agama dan akademisi kini bersaing dengan kecerdasan buatan dan berbagai content creator yang kurang mendalami ilmu tafsir. Kredibilitas sumber menjadi tantangan utama, karena meningkatnya kesalahan penafsiran pada konten yang tersebar. Hal ini mengharuskan masyarakat untuk lebih selektif dalam menyaring informasi agar tidak terjebak dalam memahami ayat al-Qur’an.  Dari segi dampak sosial, kajian tafsir kini tidak hanya berkembang dalam lingkungan akademik dan pesantren, tetapi juga di ruang digital yang lebih inklusif. Secara keseluruhan, transformasi sosial dan relasi budaya digital memberikan dampak yang kompleks terhadap perkembangan tafsir di Indonesia. Sementara teknologi membuka akses dan mempercepat penyebaran ilmu, tantangan terkait kredibilitas sumber, etika diskusi, serta selektivitas dalam menerima informasi tetap harus menjadi perhatian utama agar kajian tafsir tetap menarik, ilmiah dan bermanfaat bagi masyarakat luas.