Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi peran manajemen kepala sekolah sebagai instrumen penggerak utama dalam meningkatkan profesionalisme guru, terutama di tengah tantangan empiris di lapangan seperti keterbatasan waktu pimpinan dan kesenjangan literasi digital tenaga pendidik di era modern. Kajian pustaka dalam riset ini berpijak pada teori fungsi dasar manajemen (perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan), tuntutan empat kompetensi dasar guru, landasan filosofis enam sistem nilai Ahmad Sanusi, serta pijakan kebijakan yuridis pendidikan nasional. Adapun metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMPN 2 Babakancikao Kabupaten Purwakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi, yang kemudian diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian mengungkap bahwa implementasi manajemen pendidikan berjalan sangat komprehensif. Perencanaan program dilakukan secara kolaboratif bersama “Tim Sekolah” guna memetakan kebutuhan guru secara riil. Pengorganisasian diterapkan melalui distribusi tugas mengajar yang proporsional dan linier. Fungsi pelaksanaan didorong melalui kombinasi pemenuhan fasilitas teknologi dan kepemimpinan yang humanis. Sementara itu, fungsi evaluasi diwujudkan lewat supervisi akademik berpendekatan dialogis-reflektif. Pembahasan riset ini menyoroti keberhasilan kepala sekolah merespons kendala struktural berupa benturan waktu kedinasan dengan mengadaptasi inovasi rekayasa manajerial kepemimpinan terdistribusi (distributed leadership). Melalui pendelegasian wewenang supervisi kepada Tim Sekolah, ritme pembinaan tetap berjalan konsisten. Kesimpulannya, sinergi tata kelola partisipatif, kepemimpinan humanis, dan pendelegasian wewenang ini terbukti efektif dalam memfasilitasi adaptasi teknologi guru sekaligus mendongkrak profesionalisme pendidik secara signifikan.