Kesehatan anak usia sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh kebiasaan perilaku hidup bersih, salah satunya adalah mencuci tangan dengan sabun. Namun, masih banyak siswa yang belum membiasakan diri melakukan cuci tangan dengan benar sehingga berisiko terhadap penularan penyakit menular. Permasalahan ini mendorong dilaksanakannya kegiatan edukasi di SD 41 Kota Bengkulu pada kelas 4A melalui pendekatan interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung enam langkah mencuci tangan sesuai standar WHO. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, simulasi praktik, permainan edukatif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan, ditandai dengan perubahan perilaku yang lebih disiplin dalam mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain, dan setelah dari toilet. Guru turut berperan aktif sehingga pesan kesehatan lebih mudah diterapkan secara berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya memberi dampak positif di sekolah, tetapi juga terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, edukasi sederhana ini terbukti efektif dalam membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini, meskipun masih diperlukan penambahan fasilitas cuci tangan dan pengawasan berkelanjutan agar kebiasaan tersebut dapat dipertahankan. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan capaian peserta setelah mengikuti program. Sebelum kegiatan dilaksanakan, rata-rata skor peserta berada pada angka 5,1 dengan skor terendah 4,0 dan skor tertinggi 6,0. Setelah program selesai, rata-rata skor meningkat menjadi 9,0, dengan skor terendah 8,0 dan skor tertinggi mencapai 10,0. Dengan demikian, terdapat selisih rata-rata sebesar 3,9 poin atau peningkatan sebesar 76%.