Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Training for Posyandu Cadres to Support the Stunting Prevention Program: Pelatihan Kader Posyandu Guna Mendukung Program Pencegahan Stunting Liza Fitri Lina; Ferasinta; Nopiawati
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i3.22741

Abstract

Stunting is a condition in which the body experiences a nutritional deficit over a prolonged period of time, resulting in a gangguan pertumbuhan, or a tinggi badan that is more severe than normal for humans. The main causes of stunting include inadequate nutrition and other health issues that arise during the first 1000 days of life. The more the government's stunting program is implemented, the more stunting occurs in the balita and the more prominent the dampak, the more urgent it is to conduct a konkrit. This aims to increase the knowledge and understanding of posyandu cadres about screening for stunting and the importance of stunting prevention. Education is provided to popsyandu cadres about the meaning of stunting, the causes and consequences of stunting, the impact of stunting, handling stunting, stunting screening, the role of cadres, targets, contraception progestin pills to support stunting. This service activity is carried out using lecture methods and stunting screening simulations. The lecture method to provide an explanation of stunting and simulation explains how stunting screening is carried out. The activity went smoothly and the participants understood and received the education and simulation very well, the cadres' understanding of the information provided reached 95% Good. proven by enthusiasm and answering questions correctly and practicing stunting screening correctly
SOSIALISASI STOP BULLYING PADA ANAK KELAS 4 SD NEGERI 53 BENGKULU SELATAN Ramayana, Erliya; Kusuma Wijaya, Andri; Ferasinta; Syofiana, Mardiah; Risnanosanti; Kashardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 5 No. 3 (2025): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jimakukerta.v5i3.9179

Abstract

Bullying mengacu pada penggunaan agresi fisik atau verbal secara terus-menerus oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang yang rentan. Tindakan yang dilakukan dengan maksud untuk mengintimidasi atau mengancam orang lain juga diklasifikasikan sebagai perundungan. Anak-anak yang pendiam dan sulit bergaul di lingkungan bermainnya adalah mereka yang diintimidasi. Sasaran Bullying adalah anak-anak sulit bergaul dan pendiam di lingkungan bermainnya. Bullying pada anak sekolah dasar (SD) merupakan fenomena serius dan mempunyai dampak jangka panjang yang signifikan. Bullying tidak hanya berdampak pada kesejahteraan psikologis dan emosional anak, namun juga dapat mengangu proses belajar mengajar di lingkungan sekolahMetode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Sosialisasi Stop Bullying di SD Negeri 53 Bengkulu Selatan. Berdasarkan hasil sosialisasi ini, siswa dapat memahami tentang apa itu bullying, jenis-jenis bullying, dampak negatif bullying dan aturan hukum yang mengatur bullying. Selain itu, melalui penyuluhan ini juga difokuskan pada pencegahan bullying di sekolah.
AYO CUCI TANGAN! EDUKASI SEHAT UNTUK MEMBANGUN KEBIASAAN BERSIH SEJAK DINI DI SD 41 KOTA BENGKULU Salsabilla, Dwi; Ade Saputra , Surya; Yanti, Lussyefrida; Ferasinta; Kusuma Wijaya , Andri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 5 No. 3 (2025): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jimakukerta.v5i3.9216

Abstract

Kesehatan anak usia sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh kebiasaan perilaku hidup bersih, salah satunya adalah mencuci tangan dengan sabun. Namun, masih banyak siswa yang belum membiasakan diri melakukan cuci tangan dengan benar sehingga berisiko terhadap penularan penyakit menular. Permasalahan ini mendorong dilaksanakannya kegiatan edukasi di SD 41 Kota Bengkulu pada kelas 4A melalui pendekatan interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung enam langkah mencuci tangan sesuai standar WHO. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, simulasi praktik, permainan edukatif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan, ditandai dengan perubahan perilaku yang lebih disiplin dalam mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain, dan setelah dari toilet. Guru turut berperan aktif sehingga pesan kesehatan lebih mudah diterapkan secara berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya memberi dampak positif di sekolah, tetapi juga terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, edukasi sederhana ini terbukti efektif dalam membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini, meskipun masih diperlukan penambahan fasilitas cuci tangan dan pengawasan berkelanjutan agar kebiasaan tersebut dapat dipertahankan. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan capaian peserta setelah mengikuti program. Sebelum kegiatan dilaksanakan, rata-rata skor peserta berada pada angka 5,1 dengan skor terendah 4,0 dan skor tertinggi 6,0. Setelah program selesai, rata-rata skor meningkat menjadi 9,0, dengan skor terendah 8,0 dan skor tertinggi mencapai 10,0. Dengan demikian, terdapat selisih rata-rata sebesar 3,9 poin atau peningkatan sebesar 76%.