Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah Kesehatan Masyarakat khususnya di negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin, CDR (Case Date Rate) kasus TBC yang tercatat dan terlapor di SITB. Pada tahun 2022 target 100% dan capaian CDR 107% dengan jumlah kasus 1.280 kasus. Pada tahun 2023 target program TB 100% dan capaian CDR 117% dengan jumlah kasus 1.409 kasus, pada tahun 2024 target 100% dan capaian CDR 111% dengan jumlah kasus 1.350 kasus. Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Tuberkulosis Paru di UPT Puskesmas Babat Toman. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel secara purporsive sampling terdiri dari 80 orang yang terregistrasi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Babat Toman. Pengumpulan data dengan kuesioner. Data dianalisis dengan analisis Univariat, Bivariat dan Multivariat. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, riwayat merokok, riwayat kontak, kepadatan hunian, ventilasi, suhu dan kelembaban dengan kejadian tuberkulosis paru di UPT Puskesmas Babat. Hasil analisa analisis multivariat variabel pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian tuberkulosis paru. Saran: Di akhir penelitian di sarankan agar diharapkan agar puskesmas Babat Toman dapat menyusun rencana program kegiatan pencegahan kejadian tuberkulosis paru, meliputi kegiatan penyuluhan faktor-faktor risiko kjadian tuberkulosis paru. Kata kunci : Tuberkulosis Paru.