Latar Belakang: Stunting dan karies gigi masih menjadi masalah kesehatan yang serius pada balita di Indonesia. Balita yang mengalami stunting berisiko lebih tinggi terkena karies gigi akibat gangguan pertumbuhan dan pola makan yang terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi karies gigi pada balita yang mengalami stunting di Pusat Kesehatan Masyarakat Sooko, Kabupaten Mojokerto.Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan teknik sampling simple stratified random sampling pada 85 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu dari balita yang mengalami stunting memiliki pengetahuan yang baik (43,5%), perilaku positif (30%), dan jumlah keluarga besar yang mengalami stunting (37,1%). Sebanyak 49,4% balita tidak memiliki riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), dan 30% balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif tidak mengalami stunting. Sebagian besar ibu memiliki penghasilan di bawah upah minimum (52,4%), dan 52,4% balita dengan variasi pola makan tertentu mengalami karies. 25,9% balita yang tinggal di lingkungan miskin mengalami stunting. Uji regresi logistik menunjukkan bahwa pengetahuan ibu (p=0,007), riwayat BBLR (p=0,043), dan asupan makanan (p=0,000) memiliki pengaruh yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa asupan makanan (p=0,000), faktor ibu (p=0,002), dan insidensi stunting (p=0,000) memiliki pengaruh terhadap karies. Di sisi lain, perilaku ibu (p=0,641), jumlah anggota keluarga (p=0,052), ASI eksklusif (p=0,092), pola makan (p=0,998), pendapatan keluarga (p=0,465), dan sanitasi lingkungan (p=0,522) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap karies gigi.Kesimpulan: Pencegahan karies gigi dapat dilakukan melalui pendidikan, meningkatkan pengetahuan ibu, memperbaiki pola makan anak-anak, dan meningkatkan kebersihan lingkungan dan sanitasi. Kata Kunci: Karies Gigi, Stunting, Pengetahuan Ibu, Pola Makan, Sanitasi ABSTRACT Background: Stunting and dental caries are still high health problems in toddlers in Indonesia. Stunted toddlers are at greater risk of caries due to growth disorders and disturbed eating patterns. This study aims to analyze the factors that influence dental caries in stunted toddlers at Sooko Community Health Center Mojokerto Regency.Method: The research design used a cross-sectional approach with simple stratified random sampling technique on 85 respondents. Data were collected through interviews using a questionnaire, and analyzed univariately, bivariately, and multivariately.Results: The results showed that most mothers of stunted toddlers had good knowledge (43.5%), positive behavior (30%) and the number of large families experiencing stunting (37.1%). A total of 49.4% of toddlers did not have a history of LBW, and 30% of toddlers who did not get exclusive breastfeeding did not experience stunting. Most mothers had an income below the minimum wage (52.4%) and 52.4% of toddlers with certain dietary variations had caries. 25.9% of children under five who lived in poor neighborhoods were stunted. Logistic regression test showed that maternal knowledge (p=0.007), LBW history (p=0.043), and food intake (p=0.000) had a significant effect. Multivariate analysis showed that food intake (p=0.000), maternal factors (p=0.002), and the incidence of stunting (p=0.000) had an effect on caries. In contrast, maternal behavior (p=0.641), number of family members (p=0.052), exclusive breastfeeding (p=0.092), diet (p=0.998), family income (p=0.465), and environmental sanitation (p=0.522) had no significant effect on dental caries.Conclusion: Prevention of dental caries can be done through education, increasing maternal knowledge, improving children's diet, and improving environmental hygiene and sanitation. Keywords: Dental Caries, Stunting, Maternal Knowledge, Diet, Sanitation