Laily, Eny Dwi Rokhmatu
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Influence Of Maternal Factors, Toddler Factors, And Environmental Factors On The Incidence Of Stunting In Toddlers Laily, Eny Dwi Rokhmatu; Diana, Sulis; Anggreni, Dhonna; Wari, Fitria Edni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i12.23344

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis di Indonesia yang mempengaruhi tinggi badan, perkembangan kognitif dan motorik, serta risiko penyakit kronis. Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor ibu, balita, dan lingkungan terhadap insidensi stunting pada balita di Desa Balongsari, Kota Mojokerto pada tahun 2025.Metode: Studi ini merupakan studi observasional analitis potong lintang terhadap 84 ibu dan balita yang dipilih menggunakan sampling acak berstrata proporsional. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, data sekunder, dan antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan SEM.Hasil: Hasil penelitian sebagian besar ibu memiliki status gizi normal (60,7%), berusia 20–34 tahun (61,9%), memiliki pengetahuan yang baik tentang menyusui (56%), dan memiliki jarak kelahiran normal 2–4 tahun (67,9%). Di antara bayi, sebagian besar memiliki riwayat infeksi sesekali (65,5%), imunisasi lengkap (52,4%), dan jarak kelahiran ideal (66,7%). Faktor lingkungan didominasi oleh kurangnya akses ke air bersih (52,4%), sanitasi yang buruk (51,2%), ketersediaan layanan kesehatan (71,4%), dan lingkungan yang tidak higienis (52,4%). Menyusui eksklusif selama 6 bulan mencapai 54,8%, dan sebagian besar balita tidak mengalami stunting (69%). Analisis menunjukkan bahwa variabel signifikan untuk stunting adalah status gizi ibu (p=0,000; PR=23,500), pengetahuan (p=0,000; PR=8,039), usia ibu saat hamil (p=0,001; PR=0,185), jarak kelahiran (p=0,000; PR=6,836), paritas (p=0,001; PR=0,187), riwayat infeksi (p=0,000; PR=9,614), imunisasi (p=0,000; PR=12,222), sanitasi (p=0,000; PR=9,690), akses ke air bersih (p=0,000; PR=13,508), akses ke fasilitas kesehatan (p=0,000; PR=13,762), dan menyusui eksklusif (p=0,000; PR=14,438). Variabel yang tidak signifikan adalah jarak kelahiran (p=0,182; PR=0,491). SEM menunjukkan bahwa faktor ibu, bayi, dan lingkungan berpengaruh, dengan faktor ibu menjadi yang paling dominan.Kesimpulan: Stunting pada balita dipengaruhi oleh faktor-faktor terkait ibu, balita, lingkungan, dan pemberian ASI eksklusif. Upaya pencegahan harus difokuskan pada pendidikan ibu tentang gizi, promosi pemberian ASI eksklusif, imunisasi balita, serta peningkatan sanitasi dan akses ke air bersih. Kata Kunci: Stunting, ASI Eksklusif, Pendidikan Ibu, Sanitasi, Balita ABSTRACT Background: Stunting is a chronic nutritional problem in Indonesia that affects height, cognitive and motor development, and the risk of chronic diseases. This study aims to analyze the factors that influence open defecation behavior in Tegalrejo Village, Dringu District, Probolinggo Regency.Method: This study is a cross-sectional analytical observational study of 84 mothers and toddlers selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected through questionnaires, interviews, secondary data, and anthropometry, then analyzed using chi-square tests and SEM.Results: The results of the study showed that most mothers were of normal nutritional status (60.7%), aged 20–34 years (61.9%), had good knowledge about breastfeeding (56%), and had a normal birth interval of 2–4 years (67.9%). Among infants, the majority had a history of occasional infections (65.5%), complete immunization (52.4%), and an ideal birth spacing (66.7%). Environmental factors were dominated by lack of access to clean water (52.4%), poor sanitation (51.2%), availability of health services (71.4%), and unhygienic environments (52.4%). Exclusive breastfeeding for 6 months was 54.8%, and most toddlers were not stunted (69%).The analysis shows that the significant variables for stunting are maternal nutritional status (p=0.000; PR=23.500), knowledge (p=0.000; PR=8.039), maternal age during pregnancy (p=0.001; PR=0.185), birth spacing (p=0.000; PR=6.836), parity (p=0.001; PR=0.187), history of infection (p=0.000; PR=9.614), immunization (p=0.000; PR=12.222), sanitation (p=0.000; PR=9.690), access to clean water (p=0.000; PR=13.508), access to health facilities (p=0.000; PR=13.762), and exclusive breastfeeding (p=0.000; PR=14.438). The non-significant variable was birth spacing (p=0.182; PR=0.491). SEM indicated that maternal, infant, and environmental factors were influential, with maternal factors being the most dominant.Conclusion: Stunting in toddlers is influenced by factors related to the mother, the toddler, the environment, and exclusive breastfeeding. Prevention efforts should focus on educating mothers about nutrition, promoting exclusive breastfeeding, immunizing toddlers, and improving sanitation and access to clean water. Keywords: Stunting, Exclusive Breastfeeding, Mother Education, Sanitation, Toddlers