Abstract. Classical predator-prey models have long been used to describe interactions within ecological systems, yet they often fall short in capturing the complex dynamics that arise when disease is present. In recent decades, the growing incidence of diseases affecting wildlife and spreading across species boundaries has underscored the urgency of understanding epidemiological impacts within predator-prey systems. This study aims to systematically review various mathematical models that incorporate infection dynamics in prey, predators, or both. The review was conducted through a literature study of eight selected scientific articles representing diverse modeling frameworks and biological assumptions. Data was collected from reputable journal publications and analyzed qualitatively by examining disease schemes, recovery mechanisms, predation preferences, and environmental influences such as delay, harvesting, and external interventions. The analysis reveals that disease presence can lead to a wide range of dynamic behaviors, from stable coexistence to bifurcation and periodic oscillations, depending on critical parameter values and structural configurations. Integrating epidemiological components into ecological models not only enhances theoretical understanding but also offers a foundation for developing more adaptive, data-driven strategies to manage populations under increasing ecological and epidemiological pressures. Abstrak. Model predator-prey klasik telah banyak dimanfaatkan untuk menggambarkan interaksi populasi dalam ekosistem, namun masih belum sepenuhnya merefleksikan dinamika kompleks yang muncul akibat keberadaan penyakit. Dalam beberapa dekade terakhir, meningkatnya kasus penyakit yang menjangkiti hewan liar dan menyebar antar spesies menimbulkan kebutuhan mendesak untuk memahami dampak epidemiologis dalam sistem predator-prey. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis berbagai model matematika yang menggabungkan aspek infeksi pada mangsa, predator, maupun keduanya. Kajian dilakukan melalui studi pustaka terhadap delapan artikel ilmiah terpilih yang merepresentasikan ragam pendekatan dan struktur model. Data dikumpulkan dari publikasi jurnal bereputasi dan dianalisis secara kualitatif dengan menyoroti skema penyakit, mekanisme pemulihan, fungsi predasi, serta pengaruh lingkungan seperti delay, harvesting, dan intervensi eksternal. Analisis menunjukkan bahwa keberadaan penyakit dapat menghasilkan berbagai dinamika, mulai dari kestabilan hingga bifurkasi dan osilasi periodik, tergantung pada nilai parameter kritis dan konfigurasi interaksi biologis yang diasumsikan. Penyisipan elemen epidemiologi ke dalam model ekologis tidak hanya memperkaya pemahaman teoretis, tetapi juga membuka peluang untuk merancang strategi pengelolaan populasi yang lebih adaptif dan berbasis data terhadap tantangan ekologis dan penyakit yang semakin kompleks.