Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Menggunakan Strategi Literasi Berpikir Lantang pada Mata Pelajaran Geografi Adrian Ripaldi Simbolon; Febriani Safitri; Herlina Sineri
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7617

Abstract

Keterampilan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan literasi dasar peserta didik di Indonesia, termasuk di SMAN 4 Jayapura, masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran berbasis masalah yang dipadukan dengan strategi literasi berpikir lantang (Think Aloud) dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan literasi dasar peserta didik di kelas XI-E SMAN 4 Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas dengan pengumpulan data melalui tes tulis, lembar observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik setelah penerapan model pembelajaran berbasis masalah yang dipadukan strategi literasi berpikir lantang. Peserta didik yang sebelumnya berada pada kategori rendah dalam keterampilan berpikir, mengalami peningkatan ke kategori lebih tinggi setelah mengikuti pembelajaran berbasis masalah dan berpikir lantang. Selain itu, strategi literasi berpikir lantang membantu peserta didik dalam mengungkapkan proses berpikir mereka secara verbal dan mengaitkan pengetahuan dengan konteks masalah yang relevan. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala dalam penerapan pembelajaran berbasis masalah yang dipadukan dengan strategi literasi berpikir lantang, seperti manajemen waktu yang tidak optimal, kondisi kelas yang kurang kondusif, keterbatasan sumber daya, dan kurang meratanya partisipasi peserta didik dalam diskusi. Kesimpulannya, pembelajaran berbasis masalah yang dipadukan dengan literasi berpikir lantang efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, meskipun membutuhkan perbaikan dalam pengelolaan waktu, pengondisian kelas, dan penyediaan sumber daya untuk optimalisasi pembelajaran.