Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Agama Islam Terhadap Iman dan Akhlak Siswa di Sekolah Dasar Annisa, Auliyana; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap pembentukan iman dan akhlak siswa di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian yang relevan dengan pendidikan agama Islam, iman, dan akhlak peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman sebagai keyakinan yang bersumber dari ajaran Al-Qur’an dan Hadis memiliki peran fundamental dalam membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku siswa. Pendidikan Agama Islam berfungsi sebagai sarana penanaman nilai-nilai keimanan yang kemudian terinternalisasi dalam akhlak, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Implementasi ajaran Islam tercermin dalam kehidupan sehari-hari siswa melalui interaksi sosial, pengambilan keputusan, serta kepatuhan terhadap norma dan etika yang berlaku. Selain itu, pendidikan agama memberikan ketenangan batin, rasa aman, serta keseimbangan spiritual yang berpengaruh positif terhadap perkembangan kepribadian siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan iman dan akhlak siswa di Sekolah Dasar, sehingga perlu dilaksanakan secara holistik, kontekstual, dan berkelanjutan untuk mendukung pembentukan karakter peserta didik secara optimal.
Strategi Guru Dalam Menghadapi Siswa yang Mengalami Kesulitan Memahami Materi FPB Dan KPK di Sekolah Dasar Annisa, Auliyana; Nurhaswinda, Nurhaswinda; Rahmah, Cindy; Pertiwi, Mutia; Riddayani, Riddayani; Rahmi, Yulia
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i1.193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru dalam menghadapi siswa yang kesulitan memahami materi FPB dan KPK di sekolah dasar. Hasil penilitian menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi FPB dan KPK, kesalahan umum yang terjadi di antaranya adalah lemahnya keterampilan berhitung seperti penguasaan perkalian dan Pembagian, serta kurangnya pemahaman konsep dasar. Ditemukannya permasalahan yang sering terjadi saat melaksanakan pembelajaran matematika, pembelajaran matematika dipandang sebagai salah satu mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir logis, sistematis, kritis pada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang menggunakan pengumpulan data atau objek penelitiannya yang diperkuat dengan cara pengumpulan dan membaca berbagai jurnal dan artikel. Adapun sumber utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan pencarian pada “Google Scholar”, untuk lebih memperkaya penelusuran data yang diinginkan oleh peneliti. Definisi FPB dan KPK Secara umum, FBP (faktor persekutuan terbesar) adalah bilangan bulat positif terbesar yang dapat membagi habis dua bilangan atau lebih tanpa sisa, sdangkan KPK (kelipatan sekutu terkecil) adalah bilangan positif terkecil yang merupakan kelipatan dari dua bilangan atau lebih. strategi guru, kesulitan memahami materi FPB dan KPK, cara menentukan FPB dan KPK Berdasarkan hasil penilitian mengenalai strategi guru dalam menghadapi siswa yang mengalami kesulitan memahami materi FPB dan KPK di sekolah dasar, dapat disimpulkan bahwa kesulitan siswa sekolah dasar dalam memahami materi FPB dan KPK di pengaruhi oleh rendahnya pemahaman konsep dasar matematika, kemampuan berhitung, serta ketidakmampuan siswa dalam menyusun langkah penyelesaian masalah secara sistematis.