Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKTIVITAS OLAHRAGA TRADISIONAL ENGKLEK DALAM PENINGKATAN KESEIMBANGAN DAN KELINCAHAN PADA SEBAGIAN ANAK DI DUSUN KRAJAN REMBES BRINGIN KABUPATEN SEMARANG Adi Purcahyo; Fredy Eko Setiawan; Nur Amin
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Januari 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i1.300

Abstract

Permainan tradisional dikenal memiliki beberapa keunggulan dibanding permainan modern pada masa kini. Permainan tradisional dapat memperkenalkan, melestarikan, sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.(Pratiwi & Kristanto, 2015:20) Salah satunya adalah permainan engklek, yang kini mulai jarang diminati oleh anak-anak di berbagai daerah. Padahal, permainan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai media pembelajaran yang mampu menstimulasi perkembangan fisik, motorik, serta sosial anak. Melalui aktivitas melompat pada kotak-kotak tertentu dengan satu kaki, anak dilatih mengembangkan keseimbangan, kelincahan, koordinasi, dan konsentrasi. Menurut Hulfian et al., (2025:55) Permainan olahraga tradisional Engklek merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik berbasis lompatan yang dilakukan pada bidang datar yang telah diberi pola tertentu. Pola tersebut biasanya dibua   t dalam bentuk susunan kotak-kotak di atas permukaan tanah, yang kemudian menjadi lintasan bagi pemain untuk dilalui dengan cara melompat menggunakan satu kaki dari satu kotak ke kotak lainnya secara berurutan. Kegiatan fisik yang dilakukan dalam olahraga tradisional Engklek pada dasarnya menuntut kemampuan tubuh untuk menjaga stabilitas sekaligus melakukan perpindahan gerak secara cepat dan terarah. Anak harus mampu mempertahankan posisi tubuh ketika bertumpu pada satu kaki, sehingga otot-otot postural dan sistem keseimbangan bekerja lebih optimal. Selain itu, aktivitas berpindah dari satu kotak ke kotak berikutnya dengan ritme tertentu memberikan rangsangan yang baik bagi peningkatan kelincahan dan koordinasi gerak. Tantangan dalam permainan ini membuat anak berlatih menyesuaikan tempo lompatan, mempertahankan pusat gravitasi, serta mengendalikan tubuh agar tetap stabil. Oleh karena itu, Engklek dapat dikategorikan sebagai permainan tradisional yang memiliki kontribusi kuat terhadap perkembangan kemampuan motorik dasar, khususnya keseimbangan dinamis dan kelincahan gerak. Selain memberikan manfaat secara fisik, permainan Engklek juga mendukung perkembangan aspek sosial dan emosional anak. Proses bermain yang dilakukan dalam kelompok memungkinkan anak berinteraksi, berkomunikasi, dan belajar memahami aturan bersama. Kegiatan seperti menunggu giliran, menghargai permainan teman, serta menerima hasil permainan baik kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian penting dari pembelajaran sosial. Di sisi lain, suasana kompetitif yang tetap bersifat menyenangkan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi anak untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Interaksi yang terbentuk selama permainan turut memperkuat hubungan sosial antar teman sebaya dan menciptakan lingkungan bermain yang lebih sehat dan positif. Dengan demikian, Engklek tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga tradisional, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan kemampuan sosial anak.