Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengaruh Additive CMC Alami Bubuk Bonggol Pisang Terhadap Compressive Strength pada Semen Pemboran Sulardi, Sulardi; L.A, Efraim Dennis; Lumbaa, Markus
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.3989

Abstract

Penyemenan dalam industri migas adalah kegiatan menginjeksikan bubur semen kedalam annulus sumur pengeboran dan dibiarkan mengeras secara alami. Penelitian ini adalah inovasi pemanfaatan bahan tambah carboxymethyl cellulose alami berbahan bubuk bonggol pisang. Komposisi bahan tambah CMC alami bubuk bonggol pisang dengan konsentrasi 0%,0,5%,1,5%,3% terhadap bahan semen dasar. Penelitian pengujian dilakukan di laboratorium pengujian teknik perminyakan Sekolah Tinggi Teknologi Migas Balikpapan. Dari hasil uji kuat tekan semen di laboratorium ketahui bahwa, penambahan additive CMC bubuk bonggol pisang 0,5%  menghasilkan kuat tekan semen 2.802,18 psi. Penambahan CMC bubuk bonggol pisang 1% menghasilkan kuat tekan semen 3.928,01 psi. Dan penambahan CMCbubuk bonggol pisang 3% menghasilkan kuat tekan semen 4.900,96 psi.
Identifikasi Potensi Kegagalan Operasi Wellhead Sumur “X” Berdasarkan Hasil Analisis Dimensi Ketebalan Dan Area Kritis Wellhead Adapter: Identification of Potential Wellhead Failure ‘X’ Based on the Results of Thickness Dimension Analysis and Critical Area of Wellhead Adapter Tonapa, Dedi; Lumbaa, Markus; Risna, Risna; Sulardi, Sulardi; Jumardi, Andi
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i6.1180

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah menganalisis potensi penyebab kegagalan operasi Wellhead Sumur “X”, mengidentifikasi komponen kritis mencegah kegagalan operasi Wellhead Sumur “X”, menentukan kesanggupan operasi Wellhead berdasarkan hasil identifikasi komponen kritis Wellhead. Identifikasi Potensi Kegagalan Operasi Wellhead Sumur “X” Berdasarkan hasil perhitungan desain yang digunakan dan material yang digunakan didapatkan hasil sebesar 67.500 psi dan material actual yang digunakan didapat hasil sebesar 85.500 psi. Berdasarkan hasil yang didapatkan diperhitungkan Minimum Thickness material desain Tubing Head Adapter 3 1/8” 5000 psi Minimum Thickness material desain sebesar 0,123” sedangkan Minimum Thickness material actual sebesar 0,096” untuk Tubing Head Adapter 7 1/16”, 20.000 psi Minimum Thickness material desain sebesar 1,277” sedangkan Minimum Thickness material actual sebesar 0,964” untuk perhitungan critical area Tubing Head Adapter 3 1/8” 5000 psi untuk  sebesar 1,035” dan untuk  1,384” dan perhitungan critical area Tubing Head Adapter7 1/16” 20.000 psi  sebesar 2,335” dan  sebesar 1,215”.
Analisis Pengaruh Penambahan Serat Polypropylene Terhadap Retak Mikro Pada Semen Sumur Migas Purba, Chris Leonardi; Widodo, Deny Fatryanto Edyzoh Eko; Lumbaa, Markus; Afifah, Rohima Sera; Yuniarti , Yuniarti
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.3989

Abstract

Semen sumur migas berperan penting dalam menjaga integritas sumur melalui fungsi isolasi zonal, penopang casing, serta pencegahan migrasi fluida antar formasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat polypropylene terhadap waktu pengikatan, kekuatan tekan, dan pembentukan retak mikro pada semen sumur migas API Class G. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan variasi penambahan serat polypropylene sebesar 0%, 0,5%, dan 1% dari berat semen. Pengujian yang dilakukan meliputi Initial Setting Time (IST) dan Final Setting Time (FST) menggunakan alat Vicat, pengujian compressive strength menggunakan hydraulic press. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat polypropylene mempercepat waktu pengikatan semen, ditandai dengan penurunan nilai IST dan FST seiring meningkatnya persentase serat. Nilai compressive strength juga mengalami peningkatan signifikan dari 1091,9 psi pada semen tanpa serat menjadi 1415,3 psi pada penambahan 0,5% serat dan mencapai 1565,1 psi pada penambahan 1% serat. Pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa semen tanpa serat mengalami retak mikro yang berkembang bebas, sedangkan semen dengan serat polypropylene menunjukkan mekanisme bridging, debonding, dan pull-out yang efektif menghambat penyebaran retak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan serat polypropylene mampu meningkatkan kekuatan mekanik dan ketahanan semen terhadap retak mikro, sehingga berpotensi meningkatkan keandalan dan umur semen sumur migas.