Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, partisipasi tenaga kerja, dan tingkat pengangguran terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel yang mencakup sepuluh kabupaten/kota di Provinsi NTB. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, meliputi data pertumbuhan ekonomi yang diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), tingkat pengangguran terbuka (TPT), serta tingkat kemiskinan. Pemilihan model regresi data panel dilakukan melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pertumbuhan ekonomi dan partisipasi tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi NTB, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Namun demikian, secara simultan pertumbuhan ekonomi, partisipasi tenaga kerja, dan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi dan partisipasi tenaga kerja belum sepenuhnya mampu menurunkan kemiskinan apabila tidak diikuti dengan penyerapan tenaga kerja yang optimal dan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang terintegrasi, berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan hasil pembangunan guna menurunkan tingkat kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat secara berkelanjutan.