Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of the length of stay of tourists in Mataram City Suwardi, Didik; Permata Cita, Fitria; ,, Jumaidin; ., Afifudin
Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel
Publisher : Akademi Komunitas MAPINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37484/080106

Abstract

West Nusa Tenggara (NTB) Province is one of the provinces in Indonesia which in its development istargeted to become a national tourism gate with other provinces in the Nusa Tenggara region. NTB Provincewith the tagline "Pesona Lombok Sumbawa" has a lot of potential for natural beauty and local culture for localand foreign tourists. Despite the state of NTB tourism which is struggling from the impact of the Lombokearthquake in 2018, the tourism sector by the Tourism Office continues to make efforts to design theimprovement and recovery of the creative industry and tourism in NTB.. The world's growing tourism sectorhas a real impact on economic growth and increased foreign exchange earnings, and Indonesia is no exception.Tourist length of stay is the number of nights or days spent by a foreign tourist outside of his or her country ofresidence). This research aims to find a model to see and measure the level of willingness of tourists to stay ina destination will be interesting and help provide an overview for stakeholders in the tourism industry. So, withthat in mind, this research method uses a quantitative approach, the population and sample in this study were52 respondents with research locations in the city of Mataram. the results of this study indicate that 1) Thelength of stay of Mataram City tourists during 2022 is 0.91 days. This has increased when compared to thelength of stay of tourists in 2021 which is around 0.87 days; 2) The average length of stay of foreign tourists instar hotels is 1.02 days. Meanwhile, the length of stay of domestic tourists in star hotels is 0.84 days; 3) Theaverage length of stay of foreign tourists in non-star hotels is 0.82 days. While the length of stay of domestictourists in non-star hotels is 0.95 days;Keywords: Length of Stay, Tourists, Mataram City
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Partisipasi Tenaga Kerja Dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Provinsi NTB Periode 2022-2024 Fadillah, Agistha; Permata Cita, Fitria
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0nshpx94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, partisipasi tenaga kerja, dan tingkat pengangguran terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel yang mencakup sepuluh kabupaten/kota di Provinsi NTB. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, meliputi data pertumbuhan ekonomi yang diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), tingkat pengangguran terbuka (TPT), serta tingkat kemiskinan. Pemilihan model regresi data panel dilakukan melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pertumbuhan ekonomi dan partisipasi tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi NTB, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Namun demikian, secara simultan pertumbuhan ekonomi, partisipasi tenaga kerja, dan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi dan partisipasi tenaga kerja belum sepenuhnya mampu menurunkan kemiskinan apabila tidak diikuti dengan penyerapan tenaga kerja yang optimal dan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang terintegrasi, berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan hasil pembangunan guna menurunkan tingkat kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat secara berkelanjutan.
Analisis Strategis Pengembangan Parawisata Samawa Seaside Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal Menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) Di Kabupaten Sumbawa Fanny, Fanny; Permata Cita, Fitria
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/10sr3g43

Abstract

Pariwisata merupakan sektor strategis yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan masyarakat, dan perluasan lapangan kerja. Samawa Seaside di Kabupaten Sumbawa memiliki potensi wisata bahari yang besar, namun pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan infrastruktur, promosi digital yang belum optimal, serta kelembagaan pengelolaan yang belum terstruktur dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata Samawa Seaside menggunakan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) sebagai dasar dalam menentukan strategi prioritas yang paling efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang terdiri atas wisatawan, pengelola, dan Dinas parawista. Analisis data dilakukan melalui Matriks IFE, EFE, SWOT, dan QSPM untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman serta menentukan strategi dengan tingkat daya tarik tertinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai total IFE sebesar 3,66 dan EFE sebesar 3,87, yang menempatkan Samawa Seaside pada Kuadran I (growth and development). Berdasarkan hasil perhitungan QSPM, diperoleh tiga strategi prioritas utama, yaitu strategi SO1, strategi SO2, dan strategi ST1, yang masing-masing memiliki nilai Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 0,93. Strategi tersebut direkomendasikan sebagai dasar pengembangan pariwisata Samawa Seaside secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan daya tarik destinasi dan kontribusinya terhadap ekonomi lokal.