Berbelanja secara online sudah menjadi hal umum dan sering dilakukan saat ini, segala kebutuhan yang diperlukan tersedia di berbagai platform jual beli. Disisi lain, hasil riset menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia cenderung melakukan pembelian produk secara spontan dan sering kali membeli diluar daftar belanja yang direncanakan yang pada akhirnya menyebabkan pembelian impulsif yang memiliki berbagai dampak negatif. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh positive emotion terhadap perilaku impulsif belanja online pada dewasa awal. Data dikumpulkan dengan skala positive emotion dan skala The Impulse Buying Tendency Scale kemudian dianalisis dengan menggunakan uji deskriptif dan regresional. Berdasarkan nilai R square sebesar 0,181 menunjukkan bahwa positive emotion memberikan kontribusi sebesar 18% terhadap pembelian impulsif. Nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (sig < 0,05) menunjukkan bahwa hipotesis nol yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh antara positive emotion terhadap perilaku impulsif belanja online pada dewasa awal di kota Makassar ditolak dan hipotesis alternatif yang menyatakan adanya pengaruh positif antara positive emotion terhadap perilaku impulsif belanja online pada dewasa awal di kota Makassar diterima. Selain itu, nilai koefisien t yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat positive emotion pada dewasa awal, semakin besar pula kecenderungan mereka untuk melakukan pembelian impulsif secara online. Walaupun penelitian ini menunjukan hasil yang signifikansi, namun kedua variabel ini dapat dikaji lebih jauh lagi sebab terdapat faktor-faktor lain di luar penelitian ini selain positive emotion yang dapat mempengaruhi perilaku impulsif belanja online pada dewasa awal.