Perkembangan media sosial membawa dampak positif sekaligus negatif bagi mahasiswa. Salah satu dampak negatif yang kerap muncul adalah cyberbullying, yaitu tindakan perundungan di dunia maya yang dapat mengganggu kondisi psikologis korban. Cyberbullying berpotensi menimbulkan kecemasan akademik, yaitu rasa khawatir berlebihan yang berkaitan dengan tugas, prestasi, dan aktivitas perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cyberbullying terhadap kecemasan akademik mahasiswa pengguna media sosial di Kota Makassar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 446 mahasiswa aktif berusia 18–25 tahun yang menggunakan media sosial. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen, yaitu Skala Cyberbullying dengan reliabilitas 0.885, serta Skala Kecemasan Akademik dengan reliabilitas 0.943. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana melalui bantuan aplikasi SPSS Statistic 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan cyberbullying terhadap kecemasan akademik mahasiswa pengguna media sosial di Kota Makassar dengan kontribusi sebesar 26,2% (p < 0.05). Artinya, semakin tinggi intensitas cyberbullying yang dialami mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat kecemasan akademik yang mereka rasakan. Temuan ini menegaskan bahwa cyberbullying menjadi faktor psikologis penting yang memengaruhi kesejahteraan akademik mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya upaya pencegahan dan literasi digital yang lebih baik guna meminimalisir risiko kecemasan akademik akibat cyberbullying.