Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAME THEORY DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS PERUSAHAAN: PERSPEKTIF INDUSTRI GALANGAN KAPAL DI INDONESIA M. Rizqi Mubarok; Yulia Ayu Nastiti; Ayu Lestar; Vena Rizky P; Chezta Ahmad Muzakky
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri galangan kapal di Indonesia merupakan sektor strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian pertahanan dan kemaritiman nasional. Namun, kompleksitas proyek multiyears, tingginya ketergantungan antaraktor industri, serta kompetisi destruktif antargalangan menimbulkan tantangan serius dalam pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini menganalisis penerapan game theory sebagai kerangka konseptual untuk memahami pola kompetisi, potensi kolaborasi, serta formulasi strategi optimal dalam ekosistem industri galangan kapal nasional. Melalui studi literatur dan analisis konseptual, penelitian ini mengidentifikasi tiga bentuk utama dinamika permainan strategis, yaitu zero-sum game, prisoner’s dilemma, dan cooperative game. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanpa koordinasi yang baik, kompetisi tender, penentuan harga, dan alokasi kapasitas dapat memicu race to the bottom yang merugikan seluruh pelaku industri. Sebaliknya, penerapan model kolaboratif seperti konsorsium dan Multiyard 4.0 berpotensi menciptakan positive-sum outcome melalui spesialisasi peran, integrasi rantai pasok, dan standarisasi produksi nasional. PT PAL Indonesia, sebagai BUMN strategis, memiliki peran sentral dalam mengorkestrasi jaringan 250 galangan kapal di seluruh Indonesia sebagai mother shipyard melalui digitalisasi industri 4.0 dan penguatan industri pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi game theory, Blue Ocean Strategy, dan Infinite Game dapat menjadi fondasi strategis dalam membangun industri galangan kapal yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian maritim dan pertahanan nasional.
KOMPARASI SIFAT MAMPU KERAS DAN KETANGGUHAN BAJA KARBON RENDAH ST 42 DAN AISI 1020 Ramadhani, Savitri; Hildan Fahrizal Nur Faurizki; Widiyanti; Dieta Wahyu Asry Ningtias; Chezta Ahmad Muzakky
JURNAL RAMATEKNO Vol 6 No 1 (2026): Ramatekno_6_1_2026
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v6i1.323

Abstract

Masifnya penggunaan logam baja di dunia industri menuntut adanya perbaikan sifat mekanis baja yang digunakan, salah satunya yaitu jenis baja karbon rendah. Guna mengakomodir tujuan tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi perbedaan sifat hardenability antara baja ST 42 dan baja AISI 1020 yang tergolong ke dalam jenis baja karbon rendah. Hardenability dikaitkan dengan kedalaman dan distribusi nilai kekerasan yang dapat dicapai baja. Perlakuan yang diberikan yaitu hardening dan dilanjutkan dengan quenching. Selanjutnya, pengujian kekerasan dilakukan menggunakan metode Rockwell pada empat titik uji pada penampang lingkaran, yaitu pada permukaan, ¾ jari-jari, ½ jari-jari, dan bagian inti, serta uji impact metode Charpy. Berdasarkan hasil penelitian, didapat nilai rata-rata kekerasan tertinggi baja ST 42 yaitu sebesar 46.042 HRA dan paling rendah sebesar 38.032 HRA sedangkan untuk baja AISI 1020 nilai kekerasan tertinggi sebesar 55.248 HRA dan terendah sebesar 52.928 HRA. Sementara itu, hasil penelitian uji impact menunjukkan rata-rata ketangguhan baja ST 42 lebih tinggi dibanding baja AISI 1020. Berdasarkan distribusi nilai rata-rata kekerasan pada kedua jenis baja tersebut dapat disimpulkan bahwa sifat hardenability baja AISI 1020 lebih baik daripada baja ST 42, tetapi sifat ketangguhannya lebih rendah daripada baja ST 42.