Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Muhammadiyah dalam Pergaulan Internasional: Tantangan dan Strategi Globalisasi Islam Moderat Fath, Hanif Abdul; Hayat, Muhammad
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i1.1388

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Muhammadiyah dalam pergaulan internasional sebagai representasi Islam moderat dari Indonesia. Sebagai organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia dengan lebih dari 30 juta anggota, Muhammadiyah telah mengembangkan jaringan global yang signifikan melalui pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis kualitatif terhadap sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah berhasil membangun citra positif sebagai wakil Islam moderat di forum internasional melalui partisipasi aktif di PBB, UNESCO, ICESCO, serta organisasi regional lainnya. Namun, organisasi ini menghadapi tantangan berupa resistensi politik, stereotip negatif terhadap Islam, keterbatasan sumber daya, dan kompetisi dengan gerakan Islam radikal. Strategi yang dikembangkan meliputi penguatan diplomasi pendidikan, kerja sama kemanusiaan internasional, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi dengan civil society global. Penelitian ini menemukan bahwa Muhammadiyah telah menjadi aktor non-negara yang penting dalam diplomasi internasional Indonesia, namun perlu optimalisasi lebih lanjut untuk meningkatkan dampak globalnya. Kebaruan penelitian terletak pada analisis komprehensif tentang strategi globalisasi organisasi Islam moderat yang belum banyak dikaji secara sistematis.
JEJAK PENDIDIKAN ISLAM NUSANTARA: TRANSFORMASI MASJID LANGGAR, DAN MEUNASAH DARI MASA KE MASA Fath, Hanif Abdul; Faridi, Faridi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8920

Abstract

ABSTRACT This study examines the history and dynamics of Islamic educational institutions in the Indonesian archipelago, specifically those based on mosques, langgar, and meunasah, as informal educational institutions that have served as the backbone of Islamic knowledge transmission. Employing a qualitative approach with a library research method, the study was conducted through several stages, including the identification and selection of relevant primary and secondary sources, thematic and chronological data classification, and critical-historical analysis of institutional development and transformation. The findings reveal the central role of these institutions in shaping Islamic civilization in the archipelago from the pre-colonial period to the contemporary era. Mosques functioned not only as places of ritual worship but also as centers of formal and informal education, intellectual discourse, and community empowerment. Langgar and meunasah, functioning at elementary and intermediate educational levels, played a crucial role in producing religious scholars and maintaining local Islamic identities. The transformation of these institutions has been influenced by social, political, and cultural dynamics, including colonialism, educational modernization, and the challenges of globalization. This study finds that traditional Islamic educational institutions have adopted strategic adaptations to maintain their relevance in the modern era without abandoning fundamental Islamic values. These findings provide important insights for the development of religious-based educational policies rooted in local wisdom. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji sejarah dan dinamika lembaga pendidikan Islam Nusantara yang berbasis masjid, langgar, dan meunasah sebagai institusi pendidikan informal yang menjadi tulang punggung penyebaran ilmu pengetahuan Islam di kepulauan Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan, penelitian ini dilakukan melalui tahapan identifikasi dan seleksi sumber primer dan sekunder yang relevan, pengelompokan data secara tematik dan kronologis, serta analisis kritis-historis terhadap perkembangan dan transformasi fungsi lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini mengungkap peran sentral ketiga lembaga tersebut dalam membentuk peradaban Islam di Nusantara dari masa pra-kolonial hingga kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pendidikan formal dan informal, diskursus intelektual, serta pemberdayaan masyarakat. Langgar dan meunasah sebagai lembaga pendidikan tingkat dasar dan menengah berperan krusial dalam mencetak kader ulama dan mempertahankan identitas keislaman lokal. Transformasi fungsi lembaga-lembaga ini dipengaruhi oleh dinamika sosial, politik, dan budaya, termasuk pengaruh kolonialisme, modernisasi pendidikan, dan tantangan globalisasi. Penelitian ini menemukan adanya adaptasi strategis lembaga-lembaga pendidikan Islam tradisional dalam menjaga relevansinya di era modern tanpa mengesampingkan nilai-nilai fundamental Islam. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan berbasis keagamaan yang berakar pada kearifan lokal.