Penelitian ini difokuskan pada pengujian keterkaitan antara kesiapan kompetensi digital dan integrasi kehidupan kerja dengan tingkat kinerja karyawan di salah satu perusahaan swasta, PT X, dengan kesejahteraan karyawan diposisikan sebagai variabel intervening yang memediasi hubungan antarvariabel tersebut. Penelitian ini ditempatkan dalam kerangka kuantitatif yang berlandaskan pada pandangan positivisme, dengan penentuan responden dilakukan melalui teknik pemilihan sampel secara selektif. Subjek penelitian terdiri atas 83 pegawai berstatus tetap yang memenuhi kriteria tertentu, yaitu memiliki masa kerja sekurang-kurangnya satu tahun serta terlibat aktif dalam pemanfaatan sistem berbasis digital dalam aktivitas kerjanya. Instrumen penelitian berupa kuesioner berskala Likert lima kategori digunakan sebagai sumber data, yang selanjutnya diolah melalui pendekatan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) guna mengevaluasi kelayakan instrumen (validitas dan reliabilitas) sekaligus menganalisis hubungan kausal, baik pengaruh langsung maupun peran variabel mediasi. Hasil analisis empiris mengungkapkan bahwa kesiapan keterampilan digital memiliki kontribusi yang bermakna dalam meningkatkan performa kerja karyawan sekaligus kondisi kesejahteraan psikologis mereka. Berbeda dengan itu, integrasi antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi hanya menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap aspek kesejahteraan karyawan, tanpa berdampak langsung pada capaian kinerja. Lebih lanjut, kesejahteraan karyawan berperan sebagai variabel intervening yang secara efektif menjembatani pengaruh kesiapan keterampilan digital dan integrasi kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan keterampilan digital dan kesejahteraan karyawan dalam meningkatkan kinerja, serta memberikan dasar bagi perusahaan untuk merancang pelatihan, sistem kerja fleksibel, dan kebijakan yang mendukung kesejahteraan karyawan.