Indonesia masih dihadapkan pada permasalahan triple burden of malnutrition, khususnya pada kelompok remaja putri adanya tekanan sosiokultural terhadap ideal tubuh kurus berpotensi membentuk persepsi citra tubuh serta perilaku makan yang pada akhirnya memengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara citra tubuh (body image) dan status gizi pada remaja putri di Kota Malang. Desain yang digunakan adalah analitik potong lintang dengan sampel 117 siswi kelas VII–IX yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling dari lima SMP. Citra tubuh diukur menggunakan kuesioner BSQ-34 versi Indonesia, sedangkan status gizi ditetapkan berdasarkan pengukuran antropometri dan z-score IMT/U menurut standar WHO AnthroPlus. Analisis data mencakup uji normalitas dan korelasi Spearman dengan taraf signifikansi 5% (CI 95%). Sebagian besar responden berstatus gizi baik (72,6%), sementara 20,5% berada pada kategori gizi lebih, 4,3% obesitas, dan 2,6% gizi kurang; rerata z-score IMT/U adalah 0,11±1,08. Penilaian citra tubuh menunjukkan 59,0% kategori normal, 27,4% mild, 9,4% moderate, dan 4,3% severe. Terdapat hubungan yang bermakna antara citra tubuh dan status gizi (p<0,001) dengan koefisien korelasi r=0,44 (arah positif; kekuatan sedang), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat ketidakpuasan atau distorsi citra tubuh, semakin tinggi pula status gizi. Temuan ini menegaskan bahwa isu citra tubuh perlu diintegrasikan dalam program gizi berbasis sekolah melalui edukasi gizi yang sensitif terhadap stigma berat badan dan promosi citra tubuh yang sehat, guna mencegah deviasi status gizi pada remaja putri. Kata Kunci: Citra Tubuh, Status Gizi, Remaja Putri