Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REVITALISASI NILAI BUDAYA DAN KEAGAMAAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Yeheskial A Roen; Lenny Biremanoe; Jim B. Kolianan
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18588

Abstract

Tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Rote Ndao menuntut pendekatan intervensi yang inovatif dan kontekstual. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memperkuat upaya pencegahan stunting di Jemaat GMIT Efata Lekioen melalui revitalisasi dan integrasi nilai-nilai budaya lokal serta ajaran keagamaan. Metode yang digunakan adalah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan pendekatan partisipatif yang diimplementasikan melalui workshop bersama pemuda-pemudi gereja. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test/post-test dan Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD), yang kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil dan pembahasan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan mengenai stunting. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi nilai-nilai budaya kunci seperti gotong royong dan tradisi menyusui jangka panjang, serta nilai keagamaan seperti pelayanan kasih (diakonia), yang kemudian direvitalisasi menjadi dasar pengembangan luaran program. Luaran utama yang dihasilkan adalah "Buku Saku Pencegahan Stunting" dan "Model Pendampingan Berbasis Gereja" yang relevan secara budaya dan spiritual. Pembahasan menekankan bahwa pendekatan ini berhasil memberdayakan pemuda sebagai agen perubahan dan menumbuhkan rasa kepemilikan komunitas. Kesimpulan & rekomendasi dari kegiatan ini adalah bahwa revitalisasi nilai endogen merupakan strategi efektif untuk program kesehatan berbasis komunitas. Disarankan agar gereja melembagakan model yang telah dikembangkan ke dalam program pelayanannya untuk menjamin keberlanjutan.
Evaluasi Program Revitalisasi Lapangan Motang Rua Kabupaten Manggarai Yohana Dwi Fernanda; Nursalam Nursalam; Jim B. Kolianan
Jurnal Media Administrasi Vol 11 No 1 (2026): April : Jurnal Media Administrasi
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jma.v11i1.3677

Abstract

Public space revitalization is an important strategy in urban development aimed at improving the quality of urban environments while stimulating social interaction and local economic activities. This study aims to evaluate the implementation of the Motang Rua Field revitalization program in Manggarai Regency and assess the extent to which the program achieved its intended development objectives. The study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through field observations, in-depth interviews with key informants including local government officials, project contractors, small business actors, and community members, as well as documentation related to the revitalization program. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by triangulation techniques to ensure data validity. The findings indicate that the revitalization program demonstrates a high level of relevance to community needs and aligns with the regional development vision of Ruteng Kota Molas. The implementation process shows strong coherence through effective inter-institutional coordination and consistency between planning and execution. The revitalization has also proven effective in improving public facilities, enhancing community social activities, and stimulating local economic growth through increased micro and small business activities. Furthermore, the program was implemented efficiently in terms of budget management and project timeline. The revitalization also contributes to strengthening socio-cultural values through the preservation of the historical figure Motang Rua and shows strong sustainability potential through increased public utilization of the revitalized space.