Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nilai Kearifan Lokal Kebudayaan Tanggui Bagi Masyarakat Banjar Ferdiyansyah, Aldy; Jannah, Fathul; Ramadhani, Novi Pertiwi Fitrie; Aufa, Ni'matul; Awali, Muhammad Risky
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v10i1.2429

Abstract

Tanggui merupakan penutup kepala tradisional khas dari masyarakat Banjar yang dibuat dari anyaman pucuk nipah dan diwariskan secara turun-temurun. Tanggui tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari panas dan hujan, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya masyarakat Banjar. Meski memiliki nilai kearifan lokal yang kaya, keberadaan tanggui menghadapi tantangan modernisasi, seperti menurunnya minat generasi muda dalam meneruskan tradisi ini, inovasi pelindung kepala yang lebih praktis dan modern, serta berkurangnya regenerasi pengrajin, yang mengancam kelestariannya dan mempengaruhi relevansinya di masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal dalam budaya tanggui menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggui mencerminkan berbagai nilai kearifan lokal masyarakat Banjar. Terlihat pada nilai gotong royong pada proses pembuatannya yang melibatkan kerja sama dan kolaborasi antar masyarakat. Selain itu, tanggui juga memiliki nilai seni yang tercermin dari desainnya yang unik dan estetika, menunjukkan kreativitas dan keindahan budaya lokal. Dari sisi lingkungan, tanggui mengandung nilai sosio-ekologi melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Tanggui juga memiliki nilai ekonomi sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat lokal. Melalui penelitian yang dilakukan, diharapkan dapat menjadi sarana dalam berbagi pengetahuan tentang nilai kearifan lokal dalam budaya tanggui guna mengetahui bagaimana praktik-praktik budaya tersebut mempengaruhi kehidupan masyarakat, sehingga dapat memastikan bahwa budaya ini tetap hidup dan berkembang, serta menjadi bagian integral dari identitas dan kebanggaan masyarakat Banjar.