Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mengatasi Krisis dengan Konseling: Solusi untuk Mencapai Keseimbangan Emosional Siregar, Aldie Yusuf Saljar; Syahrani, Fadya; Alfatiya, Nabila; Rencani, Zahra Selya; Mardes, Siska; Indra, Dwi Rahmadani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4539

Abstract

Krisis merupakan kondisi mendadak yang ditandai oleh tekanan emosional yang intens sehingga mengganggu kemampuan individu untuk berfungsi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Individu yang mengalami krisis umumnya menunjukkan gejala ketidakstabilan emosional, kebingungan kognitif, kecemasan berlebihan, serta penurunan kemampuan dalam mengendalikan diri. Apabila tidak ditangani secara tepat, kondisi krisis berpotensi berkembang menjadi gangguan psikologis jangka panjang yang berdampak pada kesejahteraan mental dan sosial individu. Oleh karena itu, konseling krisis menjadi salah satu bentuk intervensi profesional yang penting dalam memberikan dukungan psikologis secara cepat dan terarah. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menelaah berbagai buku teks dan jurnal ilmiah yang relevan dengan topik konseling krisis. Kajian pustaka dilakukan untuk mengidentifikasi konsep, tujuan, serta efektivitas konseling krisis dalam membantu individu menghadapi situasi krisis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa konseling krisis terbukti efektif dalam membantu individu memulihkan stabilitas emosional dan mencapai keseimbangan psikologis. Keberhasilan intervensi ini sangat dipengaruhi oleh ketepatan waktu pemberian bantuan, profesionalisme konselor, serta ketersediaan dukungan sosial dari lingkungan sekitar. Selain berfungsi untuk mengurangi gangguan emosional secara langsung, konseling krisis juga berperan penting dalam meningkatkan kemampuan coping individu dan memperkuat ketahanan emosional dalam menghadapi tekanan di masa mendatang. Temuan ini menegaskan bahwa konseling krisis memiliki peran strategis untuk diterapkan secara terstruktur dalam berbagai konteks, khususnya di bidang pendidikan dan sosial. Dengan demikian, konseling krisis dapat dipandang sebagai pendekatan holistik yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dalam mendukung keberlanjutan kesejahteraan mental individu.