Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Konseptual Tata Kelola Kolaboratif Sistem Informasi Lingkungan Daerah Berbasis Keterbukaan Data Aulia, Salwa; Widodo, Supri; Nurkamila, Salma; Febrianty, Ayumi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4566

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model konseptual tata kelola kolaboratif Sistem Informasi Lingkungan Daerah berbasis keterbukaan data di Kabupaten Purwakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis Miles dan Huberman. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan sebanyak delapan sesi, wawancara mendalam dengan tujuh informan kunci, serta studi dokumentasi pada periode September–November 2025. Hasil analisis menghasilkan 47 kode awal yang direduksi menjadi 12 kategori dan tiga tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan data lingkungan masih bersifat manual dan fragmentaris, didominasi penggunaan Microsoft Excel tanpa standar baku, dengan 78% data tidak terstandar. Pola kolaborasi antaraktor masih berlangsung secara informal, dengan tingkat koordinasi hanya mencapai 32% dari kondisi optimal. Meskipun tingkat kesadaran terhadap pentingnya transparansi data cukup tinggi (85%), implementasi keterbukaan data masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan infrastruktur teknologi dengan tingkat kesiapan 2,1 dari 5, kekhawatiran terhadap keamanan data (71%), serta keterbatasan anggaran tahunan sebesar Rp 45 juta. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan model tata kelola kolaboratif yang mengintegrasikan tiga dimensi utama, yaitu infrastruktur teknologi terintegrasi, struktur koordinasi multi-level, dan mekanisme pemberdayaan digital. Model yang dikembangkan telah divalidasi melalui Focus Group Discussion dengan 12 pemangku kepentingan serta expert review oleh tiga akademisi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan praktis bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan sistem informasi lingkungan yang transparan, kolaboratif, dan berkelanjutan