Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Smart Agriculture untuk Peningkatan Penyimpanan Air dan Mitigasi Kekeringan Wahyuti, Putri Yunita; Misbahuddin, Misbahuddin; Sukartono, Sukartono; Mayantika, Husnitalia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4707

Abstract

Perubahan iklim menyebabkan ketidakstabilan curah hujan dan peningkatan risiko kekeringan yang berdampak serius terhadap produktivitas pertanian di Indonesia. Tantangan tersebut diperparah oleh rendahnya daya infiltrasi tanah dan penggunaan sistem irigasi konvensional yang belum efisien dalam pemanfaatan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi sistem Smart Agriculture berbasis Internet of Things (IoT) sebagai solusi peningkatan kapasitas penyimpanan air dan mitigasi dampak kekeringan pada lahan pertanian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan data sekunder dari berbagai literatur ilmiah nasional dan internasional yang diperoleh melalui portal seperti Google Scholar, ScienceDirect, ResearchGate, SpringerLink, dan ProQuest. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan sistem Smart Agriculture dengan dukungan sensor kelembapan tanah, sensor cuaca, sistem irigasi otomatis, dan algoritma pengambilan keputusan adaptif mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40–58% tanpa menurunkan produktivitas tanaman. Selain itu, teknologi konservasi air seperti embung mikro dan aplikasi biochar terbukti meningkatkan infiltrasi dan retensi air tanah pada lahan kering. Namun, implementasi Smart Agriculture di Indonesia masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan infrastruktur digital, biaya investasi awal yang tinggi, serta rendahnya literasi digital petani. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah dalam bentuk subsidi perangkat, pelatihan teknis, dan pengembangan sistem berbasis open-source untuk memperluas adopsi teknologi ini. Integrasi antara teknologi digital, konservasi sumber daya air, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi strategi kunci dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan.