Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Mediasi Work Engagement pada Karyawan di Industri Food & Beverage Tsabitah, Adila Ridha; Putra , Andreas Wahyu Gunawan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4757

Abstract

Turnover intention merupakan permasalahan utama dalam industri Food and Beverage (F&B) yang ditandai oleh tingginya tuntutan kerja, intensitas interaksi dengan pelanggan, jam kerja panjang, serta lingkungan kerja yang dinamis dan kompetitif. Kondisi tersebut membuat karyawan rentan mengalami kelelahan kerja dan penurunan keterlibatan, sehingga meningkatkan keinginan untuk meninggalkan organisasi. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya kerja menjadi faktor penting dalam menekan turnover intention. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh technology perceived as a resource dan supervisor support terhadap turnover intention dengan work engagement sebagai variabel mediasi. Penelitian ini didasarkan pada teori Job Demands–Resources (JD-R) yang menekankan bahwa sumber daya pekerjaan, baik teknologis maupun sosial, berperan dalam meningkatkan keterlibatan kerja dan menurunkan niat karyawan untuk keluar dari organisasi. Teknologi yang dipersepsikan sebagai sumber daya membantu meningkatkan efisiensi kerja, sementara dukungan atasan berperan sebagai sumber daya sosial yang memperkuat motivasi karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Data dikumpulkan dari 225 karyawan kafe di wilayah Depok, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan melalui kuesioner daring. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan aplikasi AMOS versi 28. Hasil penelitian menunjukkan bahwa technology perceived as a resource dan supervisor support berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement. Selain itu, work engagement berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention serta berperan sebagai variabel mediasi. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi pemanfaatan teknologi dan dukungan atasan dalam meningkatkan keterlibatan kerja guna menekan turnover intention pada karyawan industri F&B.
Pengaruh Transformational Leadership dan Talent Management terhadap Employee Performance yang dimediasi oleh Job Satisfaction Hakim, Andri Lukman Nur; Putra , Andreas Wahyu Gunawan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5121

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh transformational leadership dan talent management terhadap employee performance yang dimediasi oleh job satisfaction pada karyawan di sektor pemerintahan. Teknik pengolahan data yang digunakan meliputi pengujian validitas, reliabilitas, serta Structural Equation Modeling (SEM). Sampel penelitian terdiri dari 220 karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa talent management berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee performance, sedangkan transformational leadership tidak memberikan pengaruh signifikan secara langsung terhadap employee performance. Selain itu, transformational leadership dan talent management terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction. Namun demikian, job satisfaction tidak berpengaruh signifikan terhadap employee performance serta tidak mampu memediasi hubungan antara kedua variabel prediktor tersebut dengan employee performance. Kebaruan penelitian ini terletak pada konteks sektor publik, khususnya kementerian pemerintah, yang masih relatif jarang dieksplorasi dalam kajian hubungan antara transformational leadership, talent management, dan employee performance dengan job satisfaction sebagai variabel mediasi. Implikasi manajerial menunjukkan bahwa peningkatan kualitas talent management melalui pengembangan kompetensi dan pengelolaan karier dapat meningkatkan kinerja pegawai secara langsung. Sementara itu, peningkatan transformational leadership lebih berperan dalam meningkatkan kepuasan kerja dibandingkan kinerja pegawai secara langsung. Secara teoritis, hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kerangka konseptual studi manajemen sumber daya manusia di sektor publik serta membuka peluang bagi penelitian selanjutnya dengan cakupan organisasi dan variabel yang lebih luas.