Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENCAIRAN BATUBARA PERINGKAT RENDAH DENGAN KATALIS Al2O3 DAN Pd/Al2O3 MENGGUNAKAN METODE HOT COMPRESSED WATER Fachruzzaki, Fachruzzaki; Handayani, Ismi; Mursito, Anggoro Tri
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 20 No 2 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 2, Nov 2020: 53 - 110
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v20i2.956

Abstract

Metode hot compressed water (HCW) dapat menjadi metode dalam ekstraksi batubara sehingga dapat dihasilkan filtrat yang mengandung senyawa organik dalam bentuk cairan maupun minyak. Dalam penelitian ini, dilakukan variasi laju alir air dalam proses ekstraksi dan juga dengan adanya penambahan katalis Al2O3 dan Pd/ Al2O3 untuk melihat pengaruhnya terhadap hasil ekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan laju alir yang lebih tinggi dihasilkan filtrat yang mengandung senyawa organik lebih tinggi. Percobaan dengan menambahkan katalis mengakibatkan proses berjalan lebih cepat sehingga dihasilkan nilai bilangan organik (BO) lebih tinggi dan residu yang tersisa semakin sedikit. Hasil FTIR residu menunjukkan bahwa ekstraksi batubara dengan HCW lebih efektif jika menggunakan katalis Pd/ Al2O3 yang selektif dalam mendegradasi senyawa organik.
PENCAIRAN BATUBARA PERINGKAT RENDAH DENGAN KATALIS Al2O3 DAN Pd/Al2O3 MENGGUNAKAN METODE HOT COMPRESSED WATER Fachruzzaki Fachruzzaki; Ismi Handayani; Anggoro Tri Mursito
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 20 No 2 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 2, Nov 2020: 53 - 110
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v20i2.956

Abstract

Metode hot compressed water (HCW) dapat menjadi metode dalam ekstraksi batubara sehingga dapat dihasilkan filtrat yang mengandung senyawa organik dalam bentuk cairan maupun minyak. Dalam penelitian ini, dilakukan variasi laju alir air dalam proses ekstraksi dan juga dengan adanya penambahan katalis Al2O3 dan Pd/ Al2O3 untuk melihat pengaruhnya terhadap hasil ekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan laju alir yang lebih tinggi dihasilkan filtrat yang mengandung senyawa organik lebih tinggi. Percobaan dengan menambahkan katalis mengakibatkan proses berjalan lebih cepat sehingga dihasilkan nilai bilangan organik (BO) lebih tinggi dan residu yang tersisa semakin sedikit. Hasil FTIR residu menunjukkan bahwa ekstraksi batubara dengan HCW lebih efektif jika menggunakan katalis Pd/ Al2O3 yang selektif dalam mendegradasi senyawa organik.
STUDI DESTRUKSI SIANIDA OLEH BAKTERI PSEUDOMONAS PSEUDOALCALIGENES ISMI HANDAYANI; BIMO P. HAPSORO; NGURAH ARDHA
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2014
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.608 KB) | DOI: 10.30556/jtmb.Vol10.No2.2014.739

Abstract

Proses sianidasi bijih emas umumnya menghasilkan limbah sianida yang beracun dan harus diolah sampai di bawah ambang batas yang diizinkan. Untuk itu diperlukan proses destruksi ion sianida menjadi senyawa yang lebih aman terhadap lingkungan. Salah satu mikroorganisme yang bisa mendestruksi sianida adalah bakteri. Dalam penelitian ini digunakan bakteri Pseudomonas pseudoalcaligenes yang diketahui mampu mencerna sianida sebagai sumber nitrogen untuk kehidupannya, sehingga konsentrasi sianida diharapkan dapat menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan bakteri tersebut mendestruksi sianida. Percobaan pertama dilakukan dengan variasi persen volume larutan kultur 1, 5, 10 dan 20%. Setelah diperoleh hasil paling baik, percobaan kedua memvariasikan konsentrasi asetat 25, 50, 75 dan 100 mM serta waktu tinggal proses 1, 3, 5, dan 7 hari. Percobaan ketiga dilakukan dengan memvariasikan persen volume larutan kultur lebih rendah menjadi 0,1; 0,5; 1 dan 2%. Hasilnya, bakteri Pseudomonas pseudoalcaligenes mampu menurunkan konsentrasi sianida dari 700 menjadi 590 ppm dengan perlakuan volume larutan kultur bakteri 0,1% , pH sekitar 10, konsentrasi asetat 25 mM, waktu tinggal 7 hari.
STUDI DESTRUKSI SIANIDA OLEH BAKTERI PSEUDOMONAS PSEUDOALCALIGENES ISMI HANDAYANI; BIMO P. HAPSORO; NGURAH ARDHA
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2014
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol10.No2.2014.739

Abstract

Proses sianidasi bijih emas umumnya menghasilkan limbah sianida yang beracun dan harus diolah sampai di bawah ambang batas yang diizinkan. Untuk itu diperlukan proses destruksi ion sianida menjadi senyawa yang lebih aman terhadap lingkungan. Salah satu mikroorganisme yang bisa mendestruksi sianida adalah bakteri. Dalam penelitian ini digunakan bakteri Pseudomonas pseudoalcaligenes yang diketahui mampu mencerna sianida sebagai sumber nitrogen untuk kehidupannya, sehingga konsentrasi sianida diharapkan dapat menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan bakteri tersebut mendestruksi sianida. Percobaan pertama dilakukan dengan variasi persen volume larutan kultur 1, 5, 10 dan 20%. Setelah diperoleh hasil paling baik, percobaan kedua memvariasikan konsentrasi asetat 25, 50, 75 dan 100 mM serta waktu tinggal proses 1, 3, 5, dan 7 hari. Percobaan ketiga dilakukan dengan memvariasikan persen volume larutan kultur lebih rendah menjadi 0,1; 0,5; 1 dan 2%. Hasilnya, bakteri Pseudomonas pseudoalcaligenes mampu menurunkan konsentrasi sianida dari 700 menjadi 590 ppm dengan perlakuan volume larutan kultur bakteri 0,1% , pH sekitar 10, konsentrasi asetat 25 mM, waktu tinggal 7 hari.