Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Peran Dukungan Organisasi Terhadap Stres Kerja Dan Niat Pindah Karyawan Front Office Di PT Valbury Asia Futures Surabaya Gunawan, Ryandino Very; Soebiantoro, Ugy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi celah riset terkait bagaimana stres kerja memengaruhi hubungan antara dukungan di tempat kerja dan keinginan karyawan untuk meninggalkan pekerjaan mereka, dengan fokus khusus pada karyawan bagian depan (front office) yang bekerja di bawah tekanan tinggi di PT Valbury Asia Futures Surabaya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif yang melibatkan wawancara mendalam serta pengamatan partisipatif, data dianalisis melalui analisis tema untuk mengungkap realitas subjektif para pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja bersumber dari dua faktor utama, yaitu stres kuantitatif akibat target penjualan yang ketat serta batas waktu yang terbatas, dan stres kepemilikan klien yang jauh lebih intens karena beban emosional saat menangani fluktuasi finansial klien. Jenis stres kepemilikan klien ini ditemukan sebagai penyebab utama kelelahan emosional, sementara sistem dukungan organisasi saat ini dinilai belum cukup kuat karena dukungan atasan hanya efektif untuk masalah teknis pekerjaan dan gagal mengatasi stres emosional terkait klien. Sebaliknya, dukungan rekan kerja memberikan kenyamanan emosional yang krusial, namun stres kerja tetap menjadi faktor utama yang memisahkan dukungan organisasi dengan niat untuk pindah, di mana keinginan keluar muncul karena dukungan tidak sesuai dengan permintaan emosional pekerjaan. Karyawan cenderung meninggalkan pekerjaan utamanya bukan karena faktor upah, melainkan untuk melindungi kesehatan mental dan mencari keseimbangan hidup yang lebih baik (work-life balance), mengonfirmasi bahwa dalam lingkungan kerja yang berat, ketidakpuasan lingkungan lebih dominan daripada kompensasi. Sebagai implikasi manajerial, penelitian ini menyarankan perlunya dukungan transformasional bagi atasan serta pembangunan program bantuan rahasia atau Employee Assistance Program (EAP) untuk membantu karyawan mengelola stres secara efektif