Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Implementasi Technology Acceptance Model (TAM), Motivasi Kerja dan Kompetensi Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai di Unit Laka Lantas Satlantas Polrestabes Bandung Rizkiani, Diana; Siddiq, Andhika Mochamad; Recky, Recky
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi Technology Acceptance Model (TAM), motivasi kerja, dan kompetensi pegawai terhadap kinerja pegawai di Unit Laka Lantas Satlantas Polrestabes Kota Bandung. Latar belakang penelitian didasarkan pada masih tingginya angka revisi laporan kecelakaan lalu lintas, ketidakseimbangan beban kerja, serta tantangan dalam penerapan sistem digital ICELL yang berdampak pada kualitas pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pegawai Unit Laka Lantas Satlantas Polrestabes Bandung yang berjumlah 41 orang, dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TAM dan kompetensi pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Penerimaan teknologi yang baik mampu meningkatkan efektivitas kerja, khususnya dalam proses administrasi dan pelaporan kecelakaan lalu lintas. Kompetensi pegawai juga terbukti berperan penting dalam meningkatkan kualitas, ketepatan, dan profesionalisme pelaksanaan tugas. Sementara itu, motivasi kerja berpengaruh positif namun belum signifikan terhadap kinerja pegawai, yang mengindikasikan bahwa motivasi belum menjadi faktor dominan dalam konteks penelitian ini. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan penerapan teknologi yang mudah digunakan serta peningkatan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan guna mendukung peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik di bidang lalu lintas.