Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Keterlibatan Perempuan dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di SD Negeri Naringgul Cacang, Cacang; Supatma, Atam; Sutrisna, Ramdani; Halimatussadiah, Halimatussadiah; Rifandi , Ahmad; Helmawati, Helmawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5340

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan di SD Negeri Naringgul masih menghadapi permasalahan berupa belum optimalnya sinergi keterlibatan perempuan dalam menghasilkan peningkatan mutu pendidikan yang terukur. Meskipun partisipasi perempuan sebagai ibu, guru atau kepala sekolah, serta anggota komunitas sekolah tergolong tinggi, kontribusinya terhadap peningkatan kualitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru serta capaian literasi dan numerasi siswa belum menunjukkan hasil yang signifikan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa keterlibatan perempuan masih bersifat parsial dan belum terintegrasi dalam suatu sistem pengelolaan pendidikan yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergi peran perempuan melalui Model Integratif Peran Perempuan Multi-Pilar (IPPM) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri Naringgul. Kajian ini mengacu pada teori manajemen pendidikan berbasis partisipasi multipihak dan teori modal sosial dengan pendekatan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan pada tiga pilar, yaitu keluarga, sekolah, dan komunitas telah berjalan aktif, namun belum terintegrasi secara sistematis. Faktor kontekstual lokal seperti norma budaya, peran tokoh adat, kondisi sosial-ekonomi, serta keterbatasan sumber daya menjadi variabel moderator dalam efektivitas Model IPPM. Simpulan penelitian menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menuntut pengelolaan sinergi peran perempuan secara terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi pada indikator mutu akademik yang jelas.
Integrasi Etika dalam Filsafat Manajemen Pendidikan: Menuju Pandangan Dunia Etis dan Keberadaan Otentik di Sekolah Dasar Rizki, Neng Reni; Mumtahanah, Salwaa Fatihah; Maulana, Indra; Rifandi , Ahmad; Helmawati, Helmawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5549

Abstract

Filsafat manajemen pendidikan modern menghadapi tantangan kontemporer yang semakin kompleks, khususnya terkait ketidakseimbangan diri, konflik moral, dan kecenderungan birokratisasi dalam pengelolaan sekolah. Kondisi ini menuntut adanya pergeseran paradigma menuju integrasi etika sebagai fondasi utama dalam praktik manajemen pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pandangan dunia etis, peran keseimbangan empat bentuk kecerdasan (fisik, kognitif, emosional, dan spiritual), serta kerangka kepemimpinan etis dalam konteks pendidikan dasar di SDN Dewi Sartika. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis konten kualitatif terhadap sumber utama berupa buku Paradigm Shift in Management Philosophy (2020) karya Bharat S. Thakkar yang dikaji oleh Indranie Gurusamy Ram, serta didukung oleh diskusi lapangan sebagai data sekunder. Teknik analisis dilakukan melalui proses reduksi data konseptual, penyajian tematik, dan verifikasi filosofis untuk membangun pemahaman holistik mengenai integrasi etika dalam manajemen pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pandangan dunia etis sebagai kerangka hermeneutika pemulihan dan penemuan mampu mengembalikan nilai-nilai kepercayaan, kejujuran, dan tanggung jawab sebagai fondasi relasi organisasi sekolah. Proses refleksi diri dan transparansi kepemimpinan terbukti memperkuat akuntabilitas, mencegah “penyakit menular” perilaku tidak etis, serta membangun iklim sekolah yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa etika harus ditempatkan sebagai fondasi utama dalam filsafat manajemen pendidikan guna menciptakan keberadaan otentik pemimpin sekolah dan membangun organisasi pendidikan yang terpercaya, bermartabat, dan berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya.